Poin Penting
- BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan, dan penguatan ekosistem usaha berkelanjutan
- Nasabah UMKM BSI telah menembus 345 ribu, dengan sekitar 5.000 UMKM binaan lintas sektor, didukung layanan permodalan syariah, sertifikasi halal, dan UMKM Center di sejumlah daerah.
- Kadin menilai kolaborasi ini krusial karena UMKM menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 60 persen PDB nasional.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dalam mendorong UMKM lokal naik kelas.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan BSI terus membuka ruang sinergi dan kolaborasi yang lebih luas kepada pelaku usaha, asosiasi, maupun pemerintah daerah untuk bersama mendorong UMKM naik kelas.
“Harapannya, sinergi dengan Kadin menjadi peluang untuk mewujudkan ekosistem UMKM yang berkelanjutan,” ujar Kemas, dalam keterangannya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Lanjutnya, saat ini jumlah nasabah UMKM BSI mencapai lebih dari 345 ribu orang, di mana sekitar 5.000 orang merupakan UMKM binaan dari berbagai lintas usaha mulai dari sektor makanan minuman, fesyen, hingga industri kreatif.
“Jumlah ini terus meningkat seiring dengan pembinaan yang kami lakukan serta literasi kepada komunitas UMKM dan ekosistem pengusaha didalamnya,” jelasnya.
Baca juga: Prabowo Gas Percepatan Rumah Subsidi, 141 Ribu Unit Siap Dibangun
Ia bilang, langkah ini menjadi komitmen dan keseriusan kami dalam mewujudkan UMKM Indonesia bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri.
Diketahui, Kadin memiliki kapasitas dan kapabilitas serta misi yang sama dengan BSI, untuk mendorong UMKM lebih terarah sehingga mampu menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.
BSI menjembatani para pelaku UMKM dalam mendapatkan pembiayaan permodalan syariah dan layanan keuangan lainnya yang mendukung aktivitas bisnis usaha.
Di antaranya sertifikasi halal bagi UMKM bekerjasama dengan Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH), pembinaan usaha melalui BSI UMKM Center yang ada di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, pelatihan dan workshop bersama dengan Kementerian/Lembaga dan hari ini bersama Kadin.
Baca juga: BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun ke 118 Ribu Debitur hingga 2025
Sementara Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BES) Kadin, Titi Khoiriah, menyampaikan komitmen menjadikan UMKM yang tangguh dan adaptif di tengah tantangan persaingan usaha yang ketat.
Menurutnya, sinergi Kadin dan BSI ini menjadi langkah untuk penguatan sektor UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional. Lebih dari 97 persen lapangan kerja diciptakan oleh UMKM dan sektor ini menyumbang lebih dari 60 persen PDB nasional.
“Artinya, kalau UMKM kuat, ekonomi Indonesia pasti tangguh,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama










