News Update

BSI Dukung Investasi Hijau sebagai Strategi Menuju Bonus Demografi

Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan mendorong investasi hijau sebagai pilar strategis untuk mewujudkan bonus demografi Indonesia.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta mengatakan, momentum bonus demografi yang diproyeksikan pada 2024 harus bisa dimanfaatkan secara optimal.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sesi diskusi “Optimizing Green Investment to Achieve Indonesia’s Demographic Bonus” pada ajang Green Impact Festival 2025 di Djakarta Theater XXI, Jakarta.

Menurutnya, investasi hijau bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal masa depan tenaga kerja Indonesia.

“Kita butuh lebih banyak investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Bob, dinukil laman bankbsi.co.id, Jumat, 25 Juli 2025.

Baca juga: BSI Sediakan Pembiayaan Syariah untuk Waralaba Indomaret, Nilainya Segini

Terkait bonus demografi, Bob menjelaskan bahwa Indonesia menghadapi dua tantangan besar secara bersamaan. Pertama, ledakan populasi usia produktif. Kedua, target penurunan emisi karbon secara signifikan.

Untuk itu, kata dia, investasi pada energi bersih, teknologi hijau, serta program upskilling dan reskilling SDM menjadi sangat krusial.

Green investment mampu menjawab tantangan ganda: mendanai infrastruktur transisi energi dan menyiapkan SDM unggul yang siap mengisi peluang kerja masa depan,” tegasnya.

Roadmap Berkelanjutan

Tidak hanya itu, sebagai bagian dari roadmap jangka panjang, BSI juga menjalankan Climate Risk Stress Testing (CRST) untuk mengukur ketahanan portofolionya terhadap risiko perubahan iklim.

BSI merupakan salah satu bank yang turut serta dalam implementasi uji ketahanan iklim bagi bank KBMI 3, dengan cakupan 51 persen dari portofolio pinjaman.

Baca juga: Dukung Kopdes Merah Putih, BSI Siapkan Pendampingan

Hingga kuartal I 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI telah mencapai Rp72,6 triliun, dengan pembiayaan hijau sebesar Rp14,6 triliun.

Sektor prioritas meliputi energi terbarukan, transportasi bersih, pengelolaan air dan limbah berkelanjutan, serta produk ramah lingkungan.

Page: 1 2

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

1 hour ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

5 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

10 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

10 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

11 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

21 hours ago