Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 resmi digelar oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara virtual, di Jakarta pada hari ini, Senin (13/3).
Dalam RUPST tersebut memutuskan BRI membagikan dividen sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk, atau senilai Rp43,5 triliun.
Dividen yang akan dibagikan ini sekurang-kurangnya ekuivalen dengan Rp288 per lembar saham.
“Sudah barang tentu dividen Rp43,5 triliun didalamnya termasuk yang sudah dibagikan dalam bentuk dividen interim yang lalu yaitu Rp8,6 triliun. Sehingga lanjutnya, sisa yang akan dibayarkan Rp34,9 triliun,” jelas Sunarso dalam Pres Conference RUPST 2023, Senin, 13 Maret 2023.
Untuk dividen bagian Negara Republik Indonesia atas kepemilikan sekurang-kurangnya 53,19% saham atau akan diberikan sebesar Rp23 triliun akan disetorkan kepada Rekening Kas Umum Negara.
Kemudian, sisa laba dengan 15% atau sebesar Rp7,7 triliun akan digunakan untuk saldo laba ditahan.
Sunarso menjelaskan, bahwa dividen Payout Ratio sebesar 85% tersebut telah mempertimbangkan struktur modal BRI yang kuat dan likuiditas yang optimal dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi risiko yang mungkin terjadi pada masa mendatang.
“Dengan rasio pembayaran Dividen sebesar 85%, CAR Perseroan tetap terjaga minimal 20%,” tambahnya.
Selain membagikan dividen, BRI juga telah mendapat persetujuan untuk membeli saham Perseroan (Buyback) yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan jumlah nilai nominal seluruh Buyback sebesar-sebesarnya Rp1,5 triliun.
“Buyback ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kepemilikan saham BBRI oleh Pekerja, sehingga diharapkan dapat mendorong kontribusi Pekerja BRI lebih optimal terhadap pencapaian target dan peningkatan kinerja Perseroan,” jelas Sunarso. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More