Kapitalisasi Pasar BRI Capai USD27,23 Miliar
Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yakin kinerja anak usahanya bakal mendukung bisnis perseroan secara konsolidasian. Direktur Utama BRI, Suprajarto optimistis mulai tahun depan kinerja anak usaha BRI, utamanya PT Danareksa Sekuritas, bakal moncer.
“Kita sedang benahi, kita sedang bersih-bersihkan, kita ingin tahun ini selesai semua. Jadi tidak ada beban lagi ditahun depan. Saya yakin akan menutup di akhir tahun,” ujar Suprajarto di Jakarta, Rabu (14/8).
Secara konsolidasian, BRI mencatat raihan laba bersih sebesar Rp16,16 triliun per Juni 2019. Pertumbuhan perolehan laba ini cenderung melambat jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar 11 persen.
Suprajarto mengakui bahwa tergerusnya pertumbuhan laba BRI disebabkan oleh anak perusahaan yang baru diakuisisi namun secara bank saja (bank only) sesuai target. “Kenapa laba hanya tumbuh 8 persen? Karena kita terbeban anak perusahaan. Anak perusahaan baru kita akuisisi tahun kemarin dan kebetulan banyak masalah di sana. Namun itu sudah dalam perhitungan valuasi saat kita ambil. Jadi sudah mengurangi harga pricing-nya dan kita sudah perkirakan semua akan terjadi itu (masalah). Jadi sebenarnya kita sudah antisipasi itu,” tegas Suprajarto.
Seperti diketahui, BRI mengakuisisi PT Danareksa Sekuritas dan anak usaha PT Danareksa (Persero), yaitu PT Danareksa Investment Management total nilai akuisisi senilai Rp819 miliar yang membuat bank pelat merah ini memiliki porsi saham 67 persen. (*) Evan
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More