Pasar mobil bekas masih menjanjikan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan peningkatan penyaluran pembiayaan mobil bekas (mokas) sepanjang tahun 2023. Hal ini terjadi lantaran tingginya permintaan terhadap kepemilikan kendaraan tersebut.
Direktur Bisnis BRI Finance Primartono Gunawan mengatakan, terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan mobil bekas di BRI Finance pada 2023, sebesar 87,2 persen secara tahunan (yoy).
“Sehingga perusahaan memproyeksikan minat masyarakat dalam pembelian mobil bekas tahun 2024 masih sangat berpotensi meningkat, “ katanya, dikutip Kamis, 22 Februari 2024.
Berdasarkan laporan perusahaan, jenis mobil bekas terlaris pada tahun 2023 melalui pembiayaan BRI Finance didominasi oleh passenger car dengan brand seperti Toyota, Daihatsu, Honda, dan Mitsubishi yang merupakan merek pilihan utama konsumen.
Ia mengatakan, BRI Finance menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk menghadirkan inovasi dalam layanan pembiayaan mobil bekas.
Baca juga: Tips Memilih Harga Mobil Bekas yang Ramah Di Dompet
Dengan memahami tren dan pasar kebutuhan konsumen, BRI Finance berupaya memberikan solusi yang tepat dan memberikan pengalaman berbelanja mobil bekas yang memuaskan.
“Laporan ini mencerminkan bukan hanya dominasi pasar, tetapi juga kebutuhan yang terus berkembang dari masyarakat terhadap pembiayaan mobil bekas. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memenuhi ekspektasi pelanggan,” jelasnya.
Lanjutnya, saat ini BRI Finance telah bekerjasama dengan lebih dari 927 showroom mobil bekas di seluruh Indonesia menjadi landasan yang kuat bagi BRI Finance dalam memenuhi preferensi konsumen.
Dengan adanya kerja sama ini, BRI Finance dapat lebih efektif menyediakan ragam pilihan mobil bekas berkualitas tinggi kepada konsumen.
Adapun layanan pembiayaan mobil bekas BRI Finance dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi myBRIF atau dengan mengunjungi kantor cabang BRI Finance terdekat.
Dengan proses yang sederhana ini, masyarakat umum yang memenuhi persyaratan di BRI Finance dapat mengajukan pembiayaan mobil bekas.
BRI Finance juga menawarkan promo khusus dalam pembiayaan mobil bekas, dengan Down Payment (DP) minimal 15 persen dan bunga mulai dari 0,53 persen per bulan.
Untuk skema pembiayaan mencakup tenor 1-5 tahun, kendaraan dengan usia maksimal 15 tahun, dan dapat dilakukan baik melalui pembelian di showroom maupun customer to customer (C2C).
Adapun, syarat pengajuan pembiayaan mobil bekas di BRI Finance juga sangat mudah, cukup dengan menyertakan dokumen seperti KTP, NPWP, Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Kerja, Surat Izin Perdagangan (SIUP)/Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Slip gaji, Rekening koran 3 bulan terakhir, Kwitansi transaksi jual beli sebelumnya, serta Pengecekan BPKB.
Baca juga: BRI Insurance Catat Pertumbuhan Premi Bruto 26,60 Persen di 2023
“Inspeksi kendaraan. Proses pengajuan ini cukup cepat dengan persetujuan pembiayaan dapat diselesaikan dalam waktu 1-2 hari kerja setelah dokumen lengkap diajukan,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, sebagai mitra dalam perjalanan kepemilikan mobil bekas, BRI Finance terus mendorong inovasi dan pelayanan yang lebih baik demi memenuhi kebutuhan konsumen.
“BRI Finance juga mengajak masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan tren pasar dan mempercayakan kebutuhan pembiayaan mobil bekas mereka kepada perusahaan yang memiliki dedikasi tinggi untuk memberikan layanan terbaik,” pungkasnya. (*)
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More