Direktur Utama BRIDS, Laksono Widodo update soal IPO di 2024/Khoirifa
Jakarta – PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyebutkan bahwa tahun ini menjadi tahun yang cukup memberatkan, karena adanya penundaan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Direktur Utama BRIDS, Laksono Widodo mengungkapkan, bahwa hingga saat ini terdapat lima IPO yang ditunda sampai 2024 dan masih tersisa satu IPO yang akan dilaksanakan pada tahun ini.
Baca juga: Setelah Cetak Sejarah, BEI Masih Kantongi 28 Perusahaan Antri IPO
“Ada lima IPO yang kami tidak bisa meneruskan karena memang dari calon emitennya bersikap untuk menunda IPO, jadi harapannya di akhir tahun ada satu IPO lagi yang bisa kami lakukan,” ucap Laksono dalam Konferensi Pers di Jakarta, 24 Oktober 2023.
Lebih lanjut, Laksono menjelaskan bahwa satu IPO yang akan dilaksanakan pada tahun ini termasuk ke sektor manufaktur berupa perusahaan tekstil dengan aset di atas Rp250 miliar.
“Satu IPO di akhir tahun ini sektornya manufaktur, textile, aset di atas Rp250 miliar, (sektor tahun depan) ada sektor konsumen, sektor manufacturing, dan sektor yang berhubungan dengan teknologi,” imbuhnya.
Baca juga: Begini Cara BRI Insurance Genjot Program TJSL
Adapun, dirinya menilai proyeksi IPO tahun depan masih akan ada sedikit wait and see terkait dengan pemerintahan yang baru karena telah memasuki tahun politik 2024.
“Kemudian kita mesti melihat perkembangan suku bunga belum turun-turun, yield di Amerika Serikat (AS) juga naik terus, jadi itu mungkin satu hal yang perlu dipikirkan tahun depan,” ujar Laksono. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More
Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More
Poin Penting Secara teknikal, IHSG berpotensi terkoreksi di area 7.835–7.680 sebelum membentuk wave (b), dengan… Read More
Kampanye sekaligus sebagai sosialisasi positioning BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia dan mengajak masyarakat… Read More
Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More
Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More