Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,11 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka ini didorong pertumbuhan kuat pada kuartal IV yang mencapai 5,39 persen yoy, lebih tinggi dari kuartal III sebesar 5,04 persen yoy.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kinerja kuartal IV menjadi penopang utama pertumbuhan tahunan.
“Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen,” ujarnya dalam rilis BPS, di Kantor BPS, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV-2025 Melesat 5,39 persen
Berdasarkan PDB, Amalia melaporkan, ekonomi Indonesia atas dasar harga berlaku sepanjang 2025 tercatat Rp 23.821,1 triliun, sementara harga konstan mencapai Rp 13.580,5 triliun.
Kemudian, dari sisi lapangan usaha, seluruh sektor tumbuh positif kecuali pertambangan. Pertumbuhan tertinggi dicatat sektor jasa lainnya 9,93 persen, jasa perusahaan 9,10 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,78 persen.
Adapun kontribusi terbesar terhadap PDB berasal dari industri pengolahan 19,07 persen, perdagangan 13,17 persen, pertanian 13,10 persen, konstruksi 9,83 persen, dan pertambangan 8,75 persen.
Baca juga: Defisit Fiskal dan Pertumbuhan Kredit: Penyangga Rapuh PDB dari Sisi Konsumsi Masayarakat
Sementara itu, PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal IV/2025 tercatat Rp6.147,2 triliun dan harga konstan Rp3.474,5 triliun.
“Pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025, yang sebesar 5,39 persen ini merupakan pertumbuhan tahunan triwulan IV tertinggi pasca-pandemi Covid-19,” imbuh Amalia. (*)










