Ilustrasi: Wisman berkunjung ke salah satu obyek wisata di Indonesia/istimewa
Jakarta–Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Jumlah kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) ke Indonesia September 2016 naik 9,40% dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 920,1 ribu kunjungan menjadi 1,01 juta kunjungan.
“Jika dibandingkan dengan Agustus 2016, mengalami penurunan sebesar 2,45%,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa, 1 November 2016.
Sedangkan secara kumulatif, (Januari–September) 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 8,36 juta kunjungan atau naik 8,51% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 7,71 juta kunjungan.
Sementara untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada September 2016, kata dia, mencapai rata-rata sebesar 54,16% atau turun 2,10 poin jika dibandingkan dengan TPK September 2015 yang tercatat sebesar 56,26%.
“Begitu pula, jika dibanding TPK Agustus 2016, TPK hotel berbintang pada September 2016 turun 1,05 poin,” ucapnya.
(Baca juga : BPS: Laju Inflasi Oktober 2016 Capai 0,14%)
Dia menjelaskan, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama September 2016 tercatat sebesar 1,90 hari, atau terjadi penurunan 0,06 poin jika dibandingkan dengan keadaan September 2015. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More