Nasional

BPKH Alokasikan Rp1,5 M untuk Program Balik Kerja Bareng Lebaran 2025 Gratis

Jakarta – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meluncurkan program Balik Kerja Bareng untuk ketiga kalinya. Program ini bertujuan memfasilitasi para pemudik kembali ke perantauan secara gratis setelah libur Lebaran 2025.

BPKH mengalokasikan dana Rp1,5 miliar untuk mendukung program Balik Kerja Bareng ini. Anggaran tersebut berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), yang saat ini mencapai Rp3,9 triliun.

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah menerangkan, program Balik Kerja Bareng merupakan bagian dari kegiatan Berkah Ramadan untuk optimalisasi ibadah masyarakat selama Ramadan.

“Jadi BKH ini kita akan punya dua pengeluar dana, dana setoran awal haji dan dana abadi umat. Dalam pengeluaran dana abadi umat ini, BPKH tentu saja harus mendukung kesejahteraan umat Islam dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Ramadan. Program Balik Kerja ini adalah rangkaian dari kegiatan Berkah Ramadan,” kata Fadlul dalam Konferensi Pers, Senin, 24 Februari 2025.

Baca juga: Bos BPKH Beberkan Investor Baru Bank Muamalat

Fadlul menjelaskan program Balik Kerja Bareng sudah dilakukan sejak 2023 untuk mendukung tradisi silaturahmi dan mudik, yang menjai karakteristik khas masyarakat Indonesia selama Ramadan dan Idulfitri.

“Kami berkomitmen untuk memberikan fasilitas dan memudahkan masyarakat dalam perjalanan untuk pascalebaran. Jadi kalau selama ini, selalu kan yang diinisiasi adalah mudik ya, sekarang balik kerja. Ini tahun ketiga, tentu saja banyak kualitas yang perlu ditingkatkan termasuk salah satunya pembukaan rute baru di wilayah Jawa Barat dan Pulau Sumatra,” pungkasnya.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati mengatakan, program Balik Kerja Bareng 2025 BPKH akan dilaksanakan secara serentak pada 6 April 2025. Program ini menargetkan total penumpang sebanyak 2.500 orang.

BPKH Sediakan 58 Bus Eksekutif Gratis

BPKH akan menyediakan 58 bus eksekutif gratis bagi pemudik yang ingin kembali dari lima titik lokasi keberangkatan, yaitu Surabaya, Solo, Garut, Yogyakarta, dan Lampung dengan tujuan kedatangan Jabodetabek.

Sulistyowati menyebutkan terdapat empat syarat mekanisme pendaftaran program ini yakni, calon pemudik wajib membuktikan memiliki pekerjaan atau usaha di Jabodetabek, dan calon pemudik balik belum mendaftar di program mudik balik dari instansi mana pun.

Baca juga: Istana Ungkap Pelibatan Mantan Presiden-Ormas Agama dalam BPI Danantara, Ini Perannya

Kemudian wajib mengisi formulir dengan lengkap dan benar sesuai ketentuan. Peserta dalam 1 keluarga maksimal 5 orang (terdaftar dalam 1 KK), dan pendaftaran dibuka untuk masyarakat umum dan komunitas.

“Jadi ini untuk mengurangi risiko urban ya, jadi mereka harus punya kerjaan dulu di Jakarta,” ujar Sulistyowati.

Selain itu, para peserta akan mendapat beberapa fasilitas berupa makanan ringan, makan berat sebanyak satu kali, kaos, dan suvenir dari BPKH tanpa dipungut biaya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

6 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

6 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

6 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

7 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

8 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

8 hours ago