Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) saat ini terus berkembang dan bertransformasi terutama di sektor digital. Perkembangan ini dilakukan untuk mencapai target BP Tapera, yaitu menjadi Digital Housing and Information Centre nomor satu di Indonesia.
Ketua Komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengungkapkan pihaknya ingin menjadi one-stop solution bagi setiap peserta yang mencari perumahan. Selain menjadi pusat informasi, BP Tapera juga akan menawarkan layanan edukasi dan perencanaan terkait dengan pembiayaan perumahan.
“BP Tapera ke depan akan menjadi Digital Housing and Information Centre. Dengan platform kami, diharapkan peserta bisa mengakses terkait dengan perumahan maupun pembiayaan. Kami menyalurkan kredit melalui bank dan lembaga pebiayaan perumahan,” jelas Adi pada Media & Public Discussion InfobankTalkNews dengan tema “Tren Properti Incaran Milenial, Cara Mudah Punya Rumah”, Rabu, 29 September 2021.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, BP Tapera saat ini memiliki data customer base yang kuat jika dibandingkan dengan platform serupa. BP Tapera kurang lebih sudah memiliki 6 juta database peserta yang bisa diolah dan dikembangkan melalui platform digital.
“Sekarang, kami memiliki database 4 juta ASN, plus tahun depan ditambah 1 juta data dari peserta FLP Kurang lebih, totalnya 6 juta data. Kita akan leverage dan kembangkan data ini melalui digital platform,” jelas Adi. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Muhammadiyah menilai ketidakpastian hukum di sektor perbankan berdampak luas terhadap penyaluran kredit dan… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat tipis 0,04 persen ke level Rp16.870 per dolar AS pada… Read More
Poin Penting IHSG dibuka naik 0,78 persen ke level 9.018,26 dan sempat menyentuh 9.021,14, dengan… Read More
Poin Penting Harga emas kompak naik pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, baik untuk produk… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi menguat terbatas dengan pergerakan variatif pada perdagangan 14 Januari 2026, di… Read More
Oleh The Finance Team MASIHKAH Indonesia berlandaskan hukum? Pertanyaan itu kembali muncul dalam setiap diskusi… Read More