Ilustrasi: Gedung Adaro/istimewa
Jakarta – Pimpinan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) atau Grup Adaro, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, menyatakan dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden nomor urut 2, yaitu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Apakah pernyataan dukungan tersebut berpengaruh terhadap kinerja ADRO?
Menurut Head of Research Team Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy, pernyataan dukungan kepada salah satu calon presiden tersebut tidak akan berdampak signifikan ke kinerja ADRO maupun sahamnya.
“Jadi kalau misalnya prospek saham-saham, yang berhubungan dengan dukung mendukung proses Pilpres menurut kita sih ngga begitu terlalu terdampak ya karena masing-masing dari perusahaan tersebut sudah memberikan guidence produksinya,” ucap Robertus dalam Media Day di Jakarta, 24 Januari 2024.
Baca juga: Bos Adaro Boy Thohir Optimis dengan Perkembangan Ekonomi RI
Lebih lanjut ia menuturkan kinerja dari perusahaan ADRO sendiri masih akan dipengaruhi oleh sentimen harga komoditas batu bara secara internasional. Selain itu, industri batu bara saat ini juga masih berjalan sesuai dengan data dan mekanisme yang ada.
“Selama ini yang kita lihat industri berjalan apa adanya sesuai data yang ada dan mekanisme yang ada. Ke depan perlakuannya akan sama dan peluangnya masing-masing, misal ada fasilitas khsusus atau diutamakan pasti akan memberikan manfaat ke pemegang sahamnya,” imbuhnya.
Baca juga: Boy Thohir: Ubah Transaksi Pakai Rupiah Dampaknya Lebih Besar
Adapun, harga saham ADRO per hari ini, 24 Januari 2024 pukul 14.25 WIB terpantau melemah 0,85 persen menjadi Rp2.330 per saham atau menurun 20 poin dari harga Rp2.350 per saham.
Harga saham ADRO sempat bergerak di level terendahnya, yaitu sebesar Rp2.320 per saham dan di level tertingginya Rp2.380 per saham, dengan total frekuensi perdagangan enam ribu kali, dan volume perdagangan sebanyak 20,47 juta saham, serta nilai transaksi tercatat Rp47,9 miliar. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Target kredit 2026 sebesar 7–9 persen, lebih rendah dari realisasi 2025 yang tumbuh… Read More
Poin Penting BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan… Read More
Poin Penting Empat alumni LPDP telah mengembalikan dana hingga Rp2 miliar per orang karena tidak… Read More
Poin Penting WSKT dan Kementerian PU bangun 5 blok Huntara di Aceh Utara, menampung hingga… Read More
Poin Penting OJK menetapkan free float minimum saham menjadi 15 persen, naik dari 7,5 persen,… Read More
Poin Penting BRI membuka peluang rasio dividen 2025 lebih tinggi, didukung CAR kuat di level… Read More