Perbankan

Bos OJK Angkat Bicara soal Pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Jakarta – Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih diketahui telah memasuki tahap uji coba. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa dari uji coba tersebut, koperasi dapat memperoleh dukungan pembiayaan dari industri keuangan, terutama perbankan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menuturkan bahwa OJK akan terus mendukung langkah tersebut, yang diharapkan dapat memberikan pertumbuhan lebih baik di desa-desa nantinya.

Tidak hanya itu, menurutnya, implementasi Kopdes/Kel Merah Putih ke depannya juga dapat menjadi tumpuan bagi pertumbuhan ekonomi dan juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tentu sangat mendukung langkah tadi karena hal itu juga memberikan kesempatan kepada penguatan dan pertumbuhan lebih baik lagi di desa-desa yang menjadi tumpuan bagi pertumbuhan ekonomi dan juga tentunya peningkatan sejahtera masyarakat,” ujar Mahendra dikutip, Rabu, 16 Juli 2025.

Baca juga: Mulai 22 Juli, Kopdes/Kel Merah Putih Bisa Akses KUR hingga Rp3 Miliar

Mahendra menyebut, tahap uji coba ini juga menjadi kesempatan bagi industri perbankan untuk saling melengkapi dan berinteraksi, agar model bisnis Kopdes/Kel Merah Putih dapat memberikan hasil yang maksimal dan berkelanjutan.

“Kamu akan tentu memperoleh informasi lebih banyak mengenai hal ini pada gilirannya memberikan dukungan agar jika diperlukan pembiayaan-pembiayaan dan dukungan fasilitas keuangan lainnya akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan good governance secara prudent,” imbuhnya.

Adapun Kopdes/Kel Merah Putih dijadwalkan akan diluncurkan pada Senin, 21 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah. Struktur kelembagaan koperasi disebut telah hampir selesai, dengan 78.271 unit koperasi telah mendapatkan pengesahan hukum.

Baca juga: Menkop Yakin Kopdes Merah Putih Bisa Saingi Koperasi Dunia, Ini Strateginya

Diketahui, pembiayaan awal Kopdes/Kel Merah Putih akan disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus, dengan plafon hingga Rp3 miliar per koperasi. Suku bunga yang dikenakan sebesar 6 persen, dengan tenor 6 tahun untuk modal kerja dan 10 tahun untuk investasi.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan masa tenggang (grace period) selama enam bulan guna memberi ruang adaptasi koperasi dalam tahap awal operasional. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

IHSG Awal Pekan Ini Dibuka Hijau, Sempat Sentuh Level 9.000

Poin Penting IHSG menguat di awal perdagangan: Pada pembukaan 12 Januari 2026 pukul 09.04 WIB,… Read More

1 hour ago

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBRI, ARCI hingga BUVA

Poin Penting IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp16.847 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah melemah di awal perdagangan Senin (12/1/2026) sebesar 0,17 persen ke level Rp16.847… Read More

3 hours ago

Update Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Senin, 12 Januari 2026

Jakarta – Harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan pada Senin, 12 Januari 2026 di… Read More

3 hours ago

Catatan HUT ke-47 Infobank: Lazy Bank, Kriminalisasi Kredit Macet, dan Ujian Akhir Disiplin Fiskal

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More

6 hours ago

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

15 hours ago