Moneter dan Fiskal

Bos LPS: Kehilangan 1 Persen PDB Akan Kurangi Lapangan Pekerjaan 400 Ribu Orang

Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Lembata Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, bahwa setiap penurunan terhadap produk domestik bruto (PDB) dapat memengaruhi pengurangan lapangan pekerjaan.

Dia menyebutkan setiap kekurangan 1 persen PDB, maka lapangan pekerjaan juga akan hilang sekitar 400 ribu orang.

Baca juga: Konsumsi Masyarakat Kelas Bawah Terhadap PDB Hanya 17 Persen, Ini PR Pemerintah

“Setiap kehilangan 1 persen PDB, kita kehilangan penciptaan lapangan pekerja sekitar 400 ribu orang,” ujar Purbaya dalam LPS Awards 2023 dikutip 7 Desember 2023.

Sehingga, menurutnya, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus bekerja keras untuk berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, termasuk salah satunya sektor perbankan di Tanah Air.

“Jadi kedepan kita harus bekerja lebih keras lagi. Perbankan harus membantu perekonomian. Ya untungnya (perbankan) dikurangin dikit tidak apa-apa,” imbuh Purbaya.

Purbaya menjelaskan, saat ini perbankan nasional dalam kondisi yang sangat baik. Hal ini tercermin permodalan perbankan nasional yang tebal, per Oktober 2023, CAR berada pada level 27,48 persen.

Baca juga: Per Agustus 2023, Jumlah Pengangguran di RI Tembus 7,86 juta Orang
Kemudian, Likuiditas juga dalam kondisi yang mencukupi. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 117,29 persen dan 26,36 persen.

Seperti diketahui, hingga kuartal III 2023 perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 4,94 persen, melemah tipis dibandingkan dengan kuartal II 2023 yang sebesar 5,17 persen. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

37 mins ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

46 mins ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

1 hour ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

1 hour ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

4 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

4 hours ago