Nasional

Bos BPJS Kesehatan Buka Suara soal Rencana Kenaikan Iuran JKN

Jakarta – Isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan kembali mencuat seiring proyeksi meningkatnya beban klaim pada 2025 dan seterusnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengonfirmasi bahwa skenario kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini memang telah disiapkan, namun penentu akhir tetap berada di tangan pemerintah.

“Namanya diskenariokan, ya ada penyesuaian sekian. Tetapi ini bukan pengambilan putusan. BPJS tidak mengambil keputusan itu,” ujar Ghufron usai acara Public Expose BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin, 14 Juli 2025.

Ia menegaskan bahwa BPJS Kesehatan hanya menyiapkan berbagai alternatif berdasarkan data dan proyeksi riil.

Salah satu dari delapan skenario yang telah disusun memang memasukkan opsi penyesuaian iuran JKN. Namun, itu masih bersifat kajian internal.

“Ada, tapi kan belum diberikan ke publik. BPJS sadar sekali apa yang dilakukan dan tahu persis datanya. Tapi bukan pengambil keputusan,” lanjutnya.

Baca juga: Bos BPJS Kesehatan Tegaskan Tak Ada Aturan Batas Rawat Inap 3 Hari

Menurut Ghufron, kewenangan untuk melakukan penyesuaian iuran sepenuhnya berada di tangan pemerintah, bukan BPJS Kesehatan. Hal itu telah diatur dalam regulasi yang berlaku.

“Yang akan mengambil keputusan ya pemerintah,” tegasnya.

Klaim JKN Diprediksi Tembus 100 Persen, Jadi Tanda Kepercayaan Publik

Ghufron juga menanggapi kemungkinan rasio klaim JKN menembus lebih dari 100 persen pada 2025.

Baginya, kondisi tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan BPJS Kesehatan.

“Artinya masyarakat kita itu sangat percaya. Kalau tambah yang pakai, melebihi 100 persen tidak apa-apa,” katanya.

Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Tembus Rp165,3 Triliun pada 2024, Naik 8,9 Persen

Meski beban pembayaran klaim berpotensi lebih tinggi dibandingkan pendapatan iuran, BPJS telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk skenario teknis dan pembiayaan jangka panjang.

“Kan kami sudah bikin delapan skenario,” tambah Ghufron. (*) Alfi Salima Puteri

Yulian Saputra

Recent Posts

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBRI, ARCI hingga BUVA

Poin Penting IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi… Read More

32 mins ago

Update Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Senin, 12 Januari 2026

Jakarta – Harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan pada Senin, 12 Januari 2026 di… Read More

55 mins ago

Catatan HUT ke-47 Infobank: Lazy Bank, Kriminalisasi Kredit Macet, dan Ujian Akhir Disiplin Fiskal

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More

5 hours ago

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

13 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

20 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

21 hours ago