Jakarta–Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI) Tito Sulistio mengungkapkan kritiknya untuk seleksi Calon Dewan Komisioner OJK dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) pada hari ini, Senin, 29 Mei 2017 di Kompleks Parlemen DPRRI, di Jakarta.
Ia megkritisi calon anggota Dewan Komisioner OJK yang baru didominasi oleh orang-orang yang berasal dari Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Memang cukup menarik kemarin praktisi dari BI dan Depkeu. Calon sekarang pun dari BI dan Depkeu. Saya enggak tahu itu yang paling tepat atau enggak,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi XI DPR RI.
Dia menuturkan, peran OJK di industri pasar modal sejatinya sangat kritikal, di mana selain mengatur dan mengawasi pasar modal, DK OJK harus menjalankan efektivitas operasi yang secara teknis.
Saat ini, terdapat 14 orang yang dipilih oleh Pansel OJK sebagai calon anggota Dewan Komisioner OJK. Nantinya, 14 nama tersebut akan dikerucutkan menjadi 7 anggota DK OJK yang akan dipilih melalui fit and proper test oleh DPR RI. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More