Jakarta – Terkait dengan rencana pencatatan saham, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyatakan bahwa saat ini telah menyerahkan seluruh persyaratan yang diperlukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Utama Bank Muamalat, Indra Falatehan saat ditemui pada acara HAJJ EXPO 2023 di Jakarta, 14 Desember 2023.
“Iya kalau soal listing kami masih menunggu aja, itu masih tergantung regulator, prosesnya sudah jalan, yang jelas kita sudah menyerahkan semua persyaratannya,” ucap Indra.
Baca juga: Soal BTN Mau Akuisisi Muamalat, BPKH Tegaskan Hal Ini
Meski begitu, Indra belum dapat memastikan kapan waktu pelaksanaan pencatatan sahamnya, apakah akan tetap di tahun ini atau mundur di tahun depan, hal ini dikarenakan Bank Muamalat masih menunggu respons dari BEI.
“Masih nunggu kita dari bursa,” imbuhnya.
Sebelumnya, Anggota Bidang Penghimpunan, Penempatan, Investasi Langsung, dan Investasi Lainnya Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH), Harry Alexander, menegaskan bahwa, dengan adanya proses pencatatan saham Bank Muamalat porsi kepemilikan saham mayoritas BPKH tidak akan berubah.
Baca juga: Muamalat Mau Listing di BEI, Bagaimana Nasib Kepemilikan Saham BPKH?
Harry juga menjelaskan bahwa, kepemilikan saham BPKH di Bank Muamalat saat ini masih tercatat sebanyak 82,65 persen. Porsi kepemilikan tersebut tidak akan terdelusi dengan adanya rencana pencatatan saham.
Sebagai informasi, Bank Muamalat sebenarnya sudah tercatat sebagai perusahaan terbuka sejak 1993, namun hingga saat ini, sahamnya masih belum tercatat di BEI. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More