Poin Penting
- Indonesia disebut telah memiliki AI Playbook untuk industri perbankan.
- AI di sektor keuangan dinilai sudah masuk tahap implementasi nyata.
- OJK dan BSSN berperan dalam penyusunan tata kelola dan roadmap AI.
Jakarta – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di sektor perbankan dinilai semakin matang seiring hadirnya regulasi dan panduan yang disiapkan regulator.
Indonesia bahkan disebut menjadi salah satu negara yang telah memiliki AI Playbook untuk industri perbankan nasional.
Deputy Division Head Application Development Division PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Durga Prasad Uppu, mengatakan, perkembangan AI kini tidak lagi berada pada tahap eksperimen laboratorium, melainkan telah masuk ke implementasi nyata di industri keuangan.
“AI saat ini sudah lulus dari tahap inovasi laboratorium dan sudah bisa muncul dan digunakan saat ini,” ujar Durga dalam acara Cruise Connect 2026 yang digelar Infobank Media Group berkolaborasi dengan XOEO, di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Baca juga: BNI Life dan Perum Bulog Sepakati Kerja Sama Pengelolaan Program Kesejahteraan Hari Tua
Durga menjelaskan, tren AI global saat ini berkembang ke berbagai model, mulai dari Predictive AI, Generative AI, hingga Agentic AI yang tengah menjadi perhatian industri.
Menurutnya, Agentic AI merupakan model AI yang bekerja secara kolaboratif dengan manusia. Dalam sistem tersebut, AI tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia karena akuntabilitas dan pengawasan tetap berada di tangan manusia.
“Agentic AI itu apa? Dia kerja sama dan kolaborasi antara model yang ada bareng sama manusia, dan tetap manusia yang diawasi. Maksudnya akuntabilitas tetap ada di manusia,” jelasnya.
Ia menilai perkembangan AI di sektor perbankan berjalan cukup terarah berkat dukungan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Siber dan Sandi Negara yang telah menyiapkan kerangka tata kelola serta peta jalan pengembangan AI.
Regulasi Dinilai Beri Kepastian Industri
Menurut Durga, Indonesia menjadi salah satu negara yang telah memiliki AI Playbook untuk sektor perbankan, sementara banyak negara lain masih menunggu perkembangan model AI global yang berubah sangat cepat.
“Indonesia adalah salah satu satu negara di dunia yang punya AI Playbook. Semua itu karena ada peran OJK yang sudah membuat roadmap untuk 5 tahun di depan seperti apa,” bebernya.
Keberadaan regulasi tersebut dinilai memberikan kepastian bagi industri dalam mengadopsi teknologi AI secara bertanggung jawab.
Baca juga: BNI AM Proyeksikan IHSG 2026 Tembus 9.600, Ini Faktor Penopangnya
Sejalan dengan itu, Durga mengajak industri dan masyarakat memanfaatkan berbagai dokumen panduan digitalisasi perbankan yang telah dipublikasikan regulator. Menurutnya, panduan tersebut dapat diakses publik melalui situs resmi regulator sebagai acuan memahami arah transformasi digital sektor keuangan nasional.
Ia menambahkan, perkembangan AI yang sangat cepat membuat industri perbankan harus terus beradaptasi. Berbagai model AI baru terus bermunculan dalam waktu singkat sehingga keberadaan AI Playbook menjadi penting sebagai pedoman implementasi teknologi di sektor keuangan.
Durga menegaskan, dengan dukungan regulasi, tata kelola, dan pengawasan yang semakin kuat, implementasi AI di industri perbankan nasional akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, terutama untuk meningkatkan layanan nasabah, efisiensi operasional, manajemen risiko, dan keamanan digital. (*)
Editor: Yulian Saputra


