Jakarta — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menggencarkan porsi penyalurkan kredit pada segmen leisure dan pariwisata. Hal tersebut guna merespon kondisi pasar yang bergeser dari pola konsumtif ke segmen pariwisata.
“Beberapa pengamat mengamati ada pergeseran konsumsi, di situ kami coba memahami pasar bahwa spending-nya untuk membeli barang beralih ke traveling dan inilah yang mendasari kami coba masuk ke leisure dan experience,” jelas Direktur Bisnis Menengah BNI, Putrama Wahyu Setiawan di Kantor Pusat Bank BNI, Jakarta, Rabu, 8 November 2017.
Selanjutnya Putrama mengaku, pihaknya di BNI juga akan menyasar pembiayaan pada sektor ekonomi perdagangan, restoran dan hotel di mana sektor tersebutlah yang banyak dibutuhkan oleh para wisatawan kala berkunjung ke berbagai tempat.
“Dari sisi sektor pembiayaan menengah kita memang banyak di ekonomi perdagangan, restoran dan hotel. Dan kita menyasar sektor tersebut,” imbuhnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG sesi I ditutup anjlok 7,34 persen ke level 8.321, bahkan sempat menyentuh… Read More
Poin Penting Mandiri Sekuritas kembali menawarkan SBN ORI029 melalui platform Growin’, dengan imbal hasil 5,45%… Read More
Poin Penting BI minta pasar hentikan sikap wait and see dan membangun optimisme karena ekonomi… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,5 persen pada pembukaan perdagangan akibat keputusan sementara MSCI yang membekukan… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 7,76 persen ke level 8.283,59 pada sesi I perdagangan 28 Januari… Read More
Poin Penting MSCI bekukan sejumlah penyesuaian indeks Indonesia, termasuk kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), Number… Read More