Perbankan

BNI Sabet Penghargaan Environment & Sustainability Apresiasi ESG 2025

Poin Penting

  • BNI meraih penghargaan Environment & Sustainability pada Apresiasi ESG 2025, sebagai pengakuan atas konsistensi penerapan prinsip ESG di seluruh lini bisnis.
  • Portofolio berkelanjutan BNI mencapai Rp192,4 triliun, mencakup pembiayaan hijau, sosial-ekonomi, transportasi ramah lingkungan, kesehatan, ketahanan pangan, dan perumahan subsidi.
  • Strategi ESG memperkuat kinerja bisnis, tercermin dari laba bersih Rp15,12 triliun per kuartal III 2025 dan inisiatif seperti Sustainability Bond serta komitmen transisi menuju operasional rendah emisi.

Jakarta – Komitmen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam memperkuat agenda keberlanjutan kembali memperoleh pengakuan publik. Bank berlogo 46 ini meraih penghargaan Environment & Sustainability pada ajang Apresiasi ESG 2025 yang diselenggarakan B-Universe di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Penghargaan tersebut diterima langsung Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo. Dia menegaskan apresiasi ini mencerminkan konsistensi BNI dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada seluruh lini bisnis.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BNI untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola. Kami percaya penerapan ESG merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Okki dikutip 1 Desember 2025.

Baca juga: BNI Raih Predikat The Most Trusted Company pada CGPI Award 2025

Ajang Apresiasi ESG 2025 diberikan kepada perusahaan yang dinilai memiliki kinerja unggul dalam implementasi prinsip keberlanjutan. BNI menjadi salah satu institusi keuangan yang menunjukkan inisiatif kuat, baik dari sisi pembiayaan hijau maupun operasional perusahaan yang semakin rendah karbon.

BNI mencatat portofolio berkelanjutan mencapai Rp192,4 triliun atau sekitar 24 persen dari total kredit per September 2025. Portofolio tersebut meliputi pembiayaan sosial-ekonomi dan pembiayaan hijau, termasuk transportasi ramah lingkungan, pengelolaan lahan berkelanjutan, pembangunan fasilitas kesehatan dan akses disabilitas, ketahanan pangan, serta pembiayaan perumahan subsidi.

Dalam dua tahun terakhir, BNI juga memperkuat posisinya sebagai pelopor keuangan berkelanjutan melalui penerbitan Sustainability Bond, dengan alokasi dana yang diarahkan untuk proyek-proyek berdampak langsung pada lingkungan dan masyarakat.

Penerapan strategi ESG tidak hanya berdampak positif pada lingkungan dan sosial, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis BNI. Hingga akhir kuartal III 2025, BNI mencatat laba bersih konsolidasi Rp15,12 triliun, ditopang tata kelola yang prudent dan transformasi berkelanjutan yang dilakukan perusahaan.

“Kami ingin memastikan bahwa kinerja bisnis berjalan beriringan dengan keberlanjutan ekosistem sosial dan lingkungan. Tujuan kami bukan hanya tumbuh lebih besar, tetapi tumbuh lebih bertanggung jawab,” tambah Okki.

Baca juga: BNI-Kemnaker Perkuat Pengembangan Talenta Muda, Serap 4.103 Peserta Program Pemagangan

BNI menegaskan akan terus memperluas dukungan terhadap pembiayaan hijau pada sektor prioritas serta mempercepat transisi operasional menuju emisi rendah. Selain itu, program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan juga akan diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dengan capaian serta strategi yang semakin terarah, BNI memperkuat posisinya sebagai salah satu penggerak utama keuangan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus menjaga kontribusi positif terhadap perekonomian nasional di tengah dinamika global yang menuntut praktik bisnis bertanggung jawab. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

7 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

8 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

8 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

14 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

15 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

15 hours ago