Ilustrasi: Pengguna BNIdirect. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat dukungan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran kredit produktif serta inovasi layanan digital.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah menyiapkan aturan baru agar target pembiayaan UMKM wajib dicantumkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menyebut regulasi baru tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perbankan dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus menjaga kualitas kredit.
“Dengan adanya kebijakan ini, bank-bank, termasuk BNI, akan semakin terdorong untuk menyalurkan pembiayaan yang lebih inklusif kepada UMKM,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 September 2025.
Konsistensi BNI dalam mendukung UMKM tecermin dari kinerja kredit yang tetap positif.
Pada semester I 2025, penyaluran kredit UMKM non-KUR tumbuh 9,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp44,4 triliun.
Capaian tersebut mencerminkan kuatnya permintaan pembiayaan dari sektor UMKM yang mampu dikelola secara sehat oleh perseroan.
Baca juga: BNI Cetak Laba Rp11,87 Triliun per Juli 2025
Untuk menjaga kualitas kredit, BNI fokus pada sektor-sektor produktif seperti perdagangan, jasa, pertanian, industri, dan perikanan.
Strategi rantai pasok (supply chain) serta ekosistem close loop transaction juga dimanfaatkan untuk memastikan pasar dan arus kas UMKM tetap lancar, sekaligus membangun pendampingan jangka panjang.
Selain pembiayaan, inovasi digital menjadi pilar utama BNI dalam memperkuat UMKM.
Perseoran menghadirkan platform BNIdirect Bisnis, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan layanan keuangan digital UMKM secara sederhana, cepat, dan terintegrasi.
Baca juga: Pembiayaan Berkelanjutan BNI Capai Rp185,2 Triliun di Juni 2025
Dengan tagline #BisnisGakRibet, platform ini menawarkan tampilan intuitif dan fitur mudah untuk membantu pelaku usaha mengelola keuangan lebih efisien.
BNIdirect Bisnis juga memberikan fleksibilitas tinggi sesuai karakteristik usaha kecil, menjawab tantangan digitalisasi perbankan yang kerap dianggap rumit oleh pelaku UMKM.
“Dengan strategi inklusif, pembiayaan berbasis sektor produktif, hingga inovasi digital, BNI akan terus mendukung UMKM agar mampu tumbuh berkelanjutan dan meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional,” tutup Okki. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More