Poin Penting
- BNI raih laba Rp5,6 triliun di kuartal I 2026, ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih 16 persen yoy
- Kredit tumbuh 20,1 persen yoy, didukung CASA naik 26,6 persen yang menjaga likuiditas dan efisiensi biaya dana
- Digital dan kualitas aset membaik (NPL 1,9 persen), dengan modal kuat (KPMM 18,5 persen).
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencetak laba bersih senilai Rp5,6 triliun di kuartal I 2026. Pencapaian tersebut ditopang fundamental kinerja dan transformasi bisnis perseroan.
Berdasarkan keterangan resmi dikutip 29 April 2026, BNI mencatat pendapatan bunga Rp19 triliun, tumbuh 13,67 persen year on year (yoy). Beban bunga juga turut terkerek menjadi Rp7,97 triliun. Meski begitu, pendapatan bunga bersih BNI tetap naik 16 persen yoy menjadi Rp11,03 triliun.
Dari sisi intermediasi, kredit bank bersandi BBNI ini tumbuh 20,1 persen yoy menjadi Rp919,3 triliun hingga Maret 2026. Realisasi penyaluran kredit ini jauh di atas rata-rata industri perbankan.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, pertumbuhan dana murah menjadi faktor penting dalam mendukung ekspansi kredit di tengah likuiditas yang ketat.
“Struktur pendanaan yang kuat ini menjadi enabler bagi ekspansi kredit, sekaligus menjaga efisiensi biaya dana dan mengindikasikan adanya peningkatan pangsa pasar di tengah kompetisi likuiditas yang ketat,” ujar Hussein.
Baca juga: BNI Gelar RUPST 9 Maret 2026, Ini Agenda Lengkapnya
Pencapaian dana pihak ketiga (DPK) yang kuat menjadi salah satu penopang utama kinerja keuangan BNI sepanjang kuartal I 2026. Pertumbuhan dana murah (CASA) mencapai 26,6 persen yoy menjadi Rp731,6 triliun pada Maret 2026, ditopang oleh pertumbuhan giro 39,7 persen yoy dan tabungan yang tumbuh 10,4 persen yoy.
Hingga akhir Maret 2026, BNI mampu meningkatkan CASA market share 120 bps dari 10,1 persen di Maret 2025 menjadi 11,3 persen di Februari 2026. Dampak positifnya, biaya dana menjadi lebih efisien.
Baca juga: BNI Life dan Perum Bulog Sepakati Kerja Sama Pengelolaan Program Kesejahteraan Hari Tua
Didukung Kinerja Platform Digital
Pertumbuhan CASA tersebut juga didukung kinerja cabang yang didukung oleh platform digital channel BNIdirect dan wondr by BNI.
Hingga Maret 2026, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 13 juta dengan tingkat engagement yang meningkat signifikan, berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan tabungan ritel.
Platform BNIdirect juga mencatat pertumbuhan pengguna dan nilai transaksi lebih dari 16 persen yoy, yang berperan dalam memperkuat dana giro korporasi serta meningkatkan efisiensi layanan bagi segmen bisnis.
Sementara dari sisi kualitas aset, BNI mencatat perbaikan dengan rasio kredit bermasalah (NPL) turun di level 1,9 persen dan loan at risk berada di 8,6 persen.
Rasio kecukupan modal (KPMM) BNI tercatat 18,5 persen. Angka ini jauh di atas ketentuan regulator sehingga mencerminkan kondisi permodalan yang kuat.
Sementara Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian kinerja ini mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.
“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama




