Jakarta–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membagikan dividen sebesar Rp3,96 triliun, atau 35 persen dari perolehan laba bersih tahun lalu yang sebesar Rp11,34 triliun.
Wakil Direktur Utama BNI, Herry Sidharta menjelaskan, bahwa 65 persen dari laba bersih atau sebesar Rp7,37 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan.
Baca juga: Ini Cara BNI Kejar Kenaikan Laba 25 Persen
“Khusus dividen bagian pemerintah atas kepemilikan 60 persen saham sebesar Rp2,38 triliun akan disetorkan ke rekening kas umum negara di Bank Indonesia,” ucapnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BNI di Gedung BNI, Jakarta, Kamis, 16 Maret 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Program Semarak Berkah Ramadan BAF berlangsung 5 Februari-31 Maret 2026 dengan hadiah utama… Read More
Poin Penting IHSG berpeluang menguat dan diperkirakan menguji area 8.328-8.527, meski tetap perlu mewaspadai potensi… Read More
Oleh Wilson Arafat, Bankir senior, Spesialisasi di bidang GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi MEMASUKI 2026,… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More