Jakarta – PT Bank Neo Commerce (BNC) memboyong dua penghargaan sekaligus dari acara 11th Infobank Digital Brand Award 2022. Acara yang diadakan Kamis, 7 April 2022 tersebut memberikan penghargaan kepada BNC untuk kategori Bank Digital KBMI 2 – Modal Inti diatas Rp6 triliun sampai Rp14 triliun, jenis produk corporate brand (peringkat III), serta kategori Mobile Banking Bank Umum Konvensional, jenis produk neobank (peringkat II).
Raihan penghargaan ini menandakan bahwa bank pendatang baru ini mampu eksis dan berkompetisi di industri perbankan Tanah Air. Bank Neo Commerce terus melakukan inovasi dan ekspansinya. Bank yang dipimpin oleh Tjandra Gunawan sebagai direktur utama, juga mengedepankan kolaborasi dengan banyak pihak dalam penyediaan layanan keuangan.
“Kita sudah meluncurkan digital lending di November tahun lalu bekerja sama dengan Akulaku. Hingga sekarang, kita sudah mengucurkan sekitar Rp1,6 triliun, yang mana ini sudah melewati target kami di angka Rp1 triliun. Nah, kita juga sudah meluncurkan digital lending di aplikasi kami sendiri pada Maret kemarin, sehingga konsumen dapat langsung apply dari aplikasi kita,” ujar Tjandra, kepada Infobank di Jakarta.
Dengan demikian, pihaknya optimis bahwa layanan “buy now, pay later” (BNPL) Bank Neo Commerce dapat beroperasi secara optimal dengan target pertumbuhan yang tercapai.
“Jadi target kami, semester kedua tahun ini kami akan meluncurkan layanan “buy now, pay later” (BNPL). Target pertumbuhan penyaluran kreditnya 10% sampai 12%, dimana 50% sampai 60% bersumber dari digital lending,” jelasnya. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Jadwal libur bank saat Lebaran 2026 berlangsung bersamaan dengan rangkaian libur Nyepi dan… Read More
Poin Penting Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran. Efisiensi dialihkan ke… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup naik 1,14% ke level 7.102,20, hampir seluruh sektor menunjukkan… Read More
Poin Penting BEI menetapkan libur bursa selama lima hari kerja pada 18–24 Maret 2026 terkait… Read More
Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More
Oleh Mahendra Siregar, Pengamat Geopolitik SEPANJANG sejarah 100 tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) tidak pernah… Read More