News

Pendapatan Premi Industri Asuransi Capai Rp272,78 Triliun per Oktober 2025

Poin Penting Premi asuransi komersial Januari–Oktober 2025 mencapai Rp272,78 triliun, tumbuh tipis 0,42 persen. Aset industri asuransi per Oktober 2025 naik 5,16 persen yoy menjadi Rp1.192,11 triliun, dengan aset asuransi komersial Rp970,98 triliun tumbuh 6,23 persen yoy Kinerja lembaga non-komersial dan dana pensiun ikut tumbuh, aset BPJS & program ASN/TNI/Polri...

500 Saham Terkoreksi, IHSG Ditutup Loyo ke Level 8.620

Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,92 persen ke level 8.620,48, dengan 500 saham terkoreksi dan nilai transaksi mencapai Rp34,32 triliun. Seluruh indeks acuan kompak terkoreksi, sementara sektor infrastruktur, non-siklikal, dan transportasi menjadi penekan utama; hanya sektor energi, industrial, dan siklikal yang menguat. Top gainers dipimpin MTMH, KIJA, dan BUMI; sedangkan...

Potensi Klaim Asuransi Akibat Bencana Sumatra Nyaris Rp1 Triliun, Ini Rinciannya

Poin Penting Potensi klaim banjir di Sumatra mencapai Rp967,03 miliar, terdiri dari klaim properti Rp492,53 miliar, kendaraan bermotor Rp74,50 miliar, dan barang milik negara sekitar Rp400 miliar berdasarkan data 39 perusahaan asuransi OJK meminta industri asuransi mempercepat dan menyederhanakan proses pembayaran klaim, serta melakukan pendataan awal kerugian baik untuk asuransi...

OJK Catat Kredit Perbankan Oktober 2025 Tumbuh Melambat 7,36 Persen

Poin Penting Kredit melambat menjadi 7,36 persen yoy pada Oktober 2025, dengan pendorong utama kredit investasi yang tumbuh tinggi 15,72 persen, sementara kredit UMKM justru terkontraksi 0,11 persen. Likuiditas perbankan tetap kuat, tercermin dari DPK yang naik 11,48 persen yoy serta rasio AL/NCD 130,97 persen, AL/DPK 29,47 persen, dan LCR...

BUMIDA Bersinar: Ramli Forez Top CEO 2025 dan Radiktya Dwi Putra Bintang Masa Depan

Poin Penting Direktur Utama BUMIDA, Ramli Forez, terpilih sebagai salah satu “Top 100 CEO & Future Leaders 2025” pada ajang Infobank Top 100 CEO & The Next Future Leaders 2025. Di bawah kepemimpinan Ramli, BUMIDA membukukan lonjakan laba bersih 24,29% pada 2024, mencapai Rp50,02 miliar. BUMIDA turut meraih predikat The...

OJK Catat IHSG Menguat 20,18 Persen Sejak Awal 2025

Poin Penting IHSG November 2025 ditutup di level 8.508,71, naik 4,22 persen (mtm) dan 20,18 persen (ytd), serta mencatat all time high 8.602,13 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp15.711 triliun. RNTH mencetak rekor tertinggi Rp23,14 triliun, sementara jumlah investor tumbuh 32,29 persen ytd menjadi 19,67 juta. Fundraising korporasi sepanjang 2025 mencapai...

Danantara Salurkan Rp72 Miliar untuk Pemulihan Bencana di Aceh dan Sumatra

Poin Penting Danantara Indonesia dan BP BUMN menyalurkan bantuan Rp72 miliar untuk pemulihan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, termasuk logistik, kesehatan, air bersih, dan perbaikan fasilitas publik. BUMN seperti PLN, Telkom, dan Pertamina bergerak cepat memulihkan layanan vital, mulai dari listrik, komunikasi, hingga pasokan BBM dan air...

OJK Berikan Relaksasi Kredit untuk Debitur Terdampak Bencana Sumatra

Poin Penting OJK beri perlakuan khusus kredit di Aceh, Sumut, dan Sumbar berupa relaksasi penilaian kualitas kredit, restrukturisasi dengan status lancar, serta pembiayaan baru bagi debitur terdampak bencana. Industri asuransi diminta aktifkan mekanisme tanggap bencana, menyederhanakan proses klaim, memetakan polis terdampak, serta berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD Relaksasi pelaporan bagi...

Airlangga Beberkan Progres Terbaru Aksesi RI Jadi Anggota OECD

Poin Penting Proses aksesi Indonesia menuju keanggotaan penuh OECD terus berjalan dan kini memasuki tahap technical review Delegasi OECD yang dipimpin Deputy Secretary General Amb. Frantisek Ruzicka mengapresiasi proses aksesi Indonesia yang dinilai transparan Pemerintah memperbarui platform INA OECD sebagai sarana koordinasi, dan berharap keanggotaan OECD dapat memperkuat ketahanan nasional...

Bos OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Dinamika Global dan Domestik

Poin Penting Sektor jasa keuangan tetap tangguh sepanjang 2025, ditopang stabilitas ekonomi global, arah kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta pemulihan pasar modal Tantangan global dan domestik masih terasa, mulai dari perlambatan ekonomi Tiongkok, moderasi ekonomi AS pasca-shutdown, hingga permintaan domestik Indonesia yang masih memerlukan dukungan Intermediasi dan industri asuransi...