News

Prajogo Pangestu Borong Saham BREN, Segini Nilainya

Poin Penting Prajogo Pangestu membeli sekitar 1 juta saham BREN pada 15 Januari 2026 dengan harga Rp9.525–Rp9.675 per saham, dengan total nilai transaksi sekitar Rp9,60 miliar Pasca transaksi, kepemilikan Prajogo meningkat menjadi 140,78 juta saham dengan hak suara 0,105 persen, dari sebelumnya 0,104 persen Seluruh pembelian dilakukan tidak langsung untuk...

Insentif Mobil Listrik Berakhir, OJK: Pembiayaan Tetap Moncer di 2026

Poin Penting Insentif mobil listrik impor CBU berakhir per 31 Desember 2025, namun OJK menilai pembiayaan kendaraan listrik tetap tumbuh positif pada 2026. Pembiayaan kendaraan listrik terus meningkat, dengan outstanding industri multifinance mencapai Rp21,31 triliun pada November 2025. OJK mendorong multifinance memperkuat strategi, termasuk manajemen risiko, penyesuaian skema pembiayaan, dan...

DPR Apresiasi Langkah KLH Gugat 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatra

Poin Penting Komisi XII DPR mendukung KLH menggugat perdata enam perusahaan yang diduga memicu banjir bandang dan longsor di Sumatra. Gugatan diminta disiapkan berbasis sains dan bukti kuat, belajar dari kegagalan gugatan lingkungan di masa lalu. Perusahaan dinilai memiliki utang ekologis, yang harus dibayar melalui pemulihan lingkungan, kompensasi korban, dan...

Gozco Capital Borong Saham BBYB Hampir Rp100 Miliar, Kepemilikan Jadi 9,31 Persen

Poin Penting Gozco Capital tambah kepemilikan BBYB hampir Rp100 miliar, membeli 207 juta saham senilai Rp98,12 miliar dan menaikkan porsi kepemilikan dari 7,76 persen menjadi 9,31 persen Pasar merespons positif aksi strategis tersebut, saham BBYB menguat 5,49 persen ke level Rp500 per saham, mencerminkan optimisme terhadap prospek Bank Neo Commerce...

IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Menguat pada Level 9.099

Poin Penting IHSG menguat tipis pada sesi I perdagangan 19 Januari, naik 0,27 persen ke level 9.099,69 dengan nilai transaksi Rp16,80 triliun. Pergerakan saham cenderung berimbang, sebanyak 350 saham menguat, 337 saham melemah, dan 116 saham stagnan. Mayoritas sektor menguat, dipimpin sektor siklikal dan infrastruktur, meski tekanan datang dari sektor...

Utang Luar Negeri Perbankan November 2025 Turun Jadi USD31,41 Miliar

Poin Penting ULN perbankan nasional turun tipis menjadi USD31,41 miliar pada November 2025 dari USD31,70 miliar pada bulan sebelumnya, menurut data BI Bank swasta nasional masih mendominasi ULN perbankan sebesar USD20,65 miliar, diikuti bank BUMN USD5,44 miliar (stabil) ULN swasta secara keseluruhan menurun ke USD191,2 miliar dengan kontraksi 1,3 persen...

Sumber Pendanaan Pindar Didominasi Perbankan, Nilainya Tembus Rp60,79 Triliun

Poin Penting Pendanaan pinjaman daring (pindar) per November 2025 masih didominasi perbankan sebesar Rp60,79 triliun atau 64,10 persen dari total outstanding. Total outstanding pindar mencapai Rp94,85 triliun, tumbuh 25,45 persen yoy, dengan tingkat wanprestasi (TWP90) terkendali di 4,33 persen. OJK mendorong pendanaan yang lebih sehat dan berimbang melalui pengaturan lender...

Bursa CFX: Industri Aset Kripto Tetap Tumbuh di 2026, Didukung Adopsi Korporasi

Poin Penting Industri kripto diproyeksikan tetap tumbuh di 2026, didukung meningkatnya adopsi korporasi meski masih dipengaruhi dinamika dan ketidakpastian global. Minat korporasi terhadap aset kripto terus naik, tecermin dari jumlah perusahaan pemilik aset digital yang meningkat 67,5% hingga November 2025. Bursa CFX fokus memperkuat ekosistem dan tata kelola, termasuk percepatan...

Fundamental Makin Menarik, Harga Saham BBTN Terus Nanjak

Poin Penting Saham BBTN melonjak tajam dan sangat aktif diperdagangkan, dengan kenaikan volume dan nilai transaksi di atas 100 persen secara mingguan Katalis positif datang dari fundamental dan kebijakan, mulai dari rebranding Tabungan BTN Pos hingga keberlanjutan subsidi KPR Sejahtera FLPP 2026 Secara teknikal, BBTN menembus level resisten penting, memicu...

Ekonomi Tiongkok Melambat di Kuartal IV 2025, Risiko Global Masih Menghantui

Poin Penting PDB Tiongkok onkuartal IV 2025 tumbuh 4,5 persen (yoy), terendah dalam tiga tahun, dipicu lemahnya permintaan domestik dan krisis properti Sepanjang 2025 ekonomi Tiongkok tumbuh 5,0 persen sesuai target pemerintah, ditopang manufaktur dan ekspor dengan surplus dagang rekor USD1,2 triliun Prospek 2026 dibayangi proteksionisme global dan ketidakseimbangan struktural....