Jakarta – BKPM atau Badan Koordinasi Penanaman Modal menilai, lambatnya pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia turut memperlambat laju dana investasi yang masuk. Hal ini juga diakui oleh Thomas Trikasih Lembong, Kepala BKPM, di acara Indonesia Knowledge Forum V 2016.
Menurutnya, lambatnya pertumbuhan investasi tersebut karena diberlakukannya kebijakan Tax Amnesty. Dia melanjutkan, banyak pengusaha dan pemodal yang fokus untuk mendahulukan kesempatan pengampunan pajak dari pada melakukan investasi.
“Saya pribadi mendukung dan memaklumi kalau semua pengusaha, semua pemodal fokus dulu ke Tax Amnesty. Bila perlu, investasi dikesampingkan dulu, untuk memastikan ikut serta secara maksimal di Tax Amnesty. Menurut saya, hal itu lebih penting pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini daripada investasi,” jelasnya sesaat setelah memberikan keynote speech pada acara IKF V 2016. (Selanjutnya : Dampak Investasi baru terasa tahun depan…)
Thomas optimistis, banyaknya pengusaha yang memanfaatkan Tax Amnesty tahun ini akan berdampak pada tahun depan. Investasi tetap akan tumbuh karena mereka akan kembali fokus ke hal ini.
Dia melanjutkan, investasi memang merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi. Namun, khusus untuk tahun ini, pertumbuhan ekonomi masih ditopang dari konsumsi dalam negeri dan belanja pemerintah. Sedangkan, investasi baru akan berdampak pada 2017 dan 2018.
“Saya kira, keberhasilan Tax Amnesty saat ini bisa mengangkat investasi pada kuartal kedua tahun depan. Sekarang, uangnya masuk dulu ke perbankan. Masih ada proses dan dokumentasi. Untuk uang dari perbankan masuk ke sektor riil, perlu waktu 6-9 bulan,” tambahnya.
(Baca juga : Dana Repatriasi Bakal Dongkrak Rasio Simpanan Bank)
Meski pertumbuhan investasi agak melambat, dia yakin bahwa investasi tahun ini bisa tumbuh sesuai target, sebesar 12-14%. Dia juga menetapkan bahwa terget pertumbuhan investasi tahun depan juga di kisaran angka yang sama. (*) Indra Haryono




