Jakarta–Entitas usaha PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB), PT BJB Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,9 Miliar di kuartal pertama tahun ini.
Capain tersebut berbanding terbalik dengan kinerja di akhir tahun lalu, di mana perseroan menderita rugi bersih sebesar Rp414,7 miliar.
Direktur Utama BJB Ahmad Irfan mengatakan kinerja positif tersebut merupakan buah dari proses restrukturisasi pembiayaan bermasalah yang tengah dilakukan. Di samping itu faktor lain yang mendukung perolehan laba di tiga bulan pertama tahun ini adalah adanya peningkatan pembiayaan.
Per Maret 2017 total pembiayaan (gross) perseroan bertumbuh 9,1 persen menjadi Rp5,26 triliun, dari posisi periode yang sama di tahun sebelumnya Rp4,82 triliun.
“Pertumbuhan terbesar terjadi pada pembiayaan murabahah atau trading. Pada periode Januari Hingga Maret tahun ini pembiayaan tersebut tumbuh 11,8 persen dari Rp3,81 triliun menjadi Rp4,26 triliun,” katanya usai paparan publik di Jakarta, Kamis, 27 April 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More