Bitcoin Rebound! Harga Tembus USD88.000, Dipicu Sederet Sentimen Berikut

Jakarta – Ajaib Kripto mencatat harga Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan pemulihan. Berdasarkan data perdagangan Selasa, 22 April 2025, pukul 08.00 WIB, BTC tercatat bergerak ke posisi USD 88.300, atau naik lebih dari 17 persen dibandingkan level terendah USD 74.500 pada 7 April lalu.

Peningkatan tersebut juga mencerminkan lonjakan lebih dari 4 persen dalam sepekan terakhir, meski di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, mengatakan, dengan kembalinya aliran dana institusional menunjukkan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai lindung nilai strategis, tidak hanya sekadar aset spekulatif.

“Sementara, dari sisi teknikal, sepanjang BTC dapat bertahan di atas USD85.000, maka berpotensi untuk menguji MA-100 dan resistance USD91.000,” ucap Panji dalam risetnya dikutip, Rabu, 23 April 2025.

Baca juga: Begini Prediksi Harga Bitcoin dan XRP Selama April 2025

Panji menyebut Bitcoin sendiri telah naik lebih dari 30 persen sejak halving terakhir pada 20 April 2024 yang memangkas reward mining dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC. Efek kelangkaan ini masih menjadi daya tarik utama, terutama dengan kondisi makro yang masih panas.

Rangkaian Sentimen Ekonomi Pengaruhi Pasar

Adapun, pekan ini, Panji menyebut sentimen yang akan memengaruhi gerak aset kripto adalah terkait dengan rilis data ekonomi penting. Rabu, 23 April 2025, pasar akan menanti data Global Services dan Manufacturing PMI yang akan memberi petunjuk arah aktivitas bisnis.

Selanjutnya, Kamis akan diwarnai oleh laporan Durable Goods Orders, indikator utama konsumsi barang tahan lama. Sementara pada Jumat, Indeks Sentimen Konsumen dan ekspektasi inflasi akan menjadi sorotan untuk melihat persepsi publik terhadap ekonomi AS.

Baca juga: BI Pertahankan Suku Bunga di 5,75 Persen, Fokus Jaga Inflasi dan Stabilitas Rupiah

Sementara itu, nada kebijakan dari pejabat The Fed juga ditunggu. Pada 22 April, pejabat Fed Patrick Harker dan Christopher Waller dijadwalkan memberikan pandangan mereka, disusul pernyataan dari Neel Kashkari pada 24 April.

Di tengah tekanan politik terhadap independensi The Fed, komentar yang bersifat dovish atau hawkish dari para pejabat tersebut dapat berdampak langsung terhadap pasar, termasuk kripto.

Pergantian Ketua SEC Beri Sinyal Perubahan Regulasi

Sebagai informasi tambahan, Senat AS baru saja mengesahkan Paul Atkins, kandidat pilihan Donald Trump, sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) yang baru.

Ia diperkirakan mulai menjabat pekan ini. Tim internal SEC pun telah mulai mempersiapkan masa transisi.

Pergantian kepemimpinan ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap arah regulasi kripto di Amerika Serikat dalam waktu dekat. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

7 mins ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

30 mins ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

47 mins ago

IHSG Ditutup Anjlok 1,37 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Hadirkan Program Berbagi Takjil di Menara Mandiri Sudirman

Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More

1 hour ago

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

2 hours ago