Ilustrasi: Karyawan BSI tengah pamerkan batangan emas. (Foto: istimewa)
Jakarta – Bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus membukukan pertumbuhan solid. Hingga Januari 2025, produk Cicil Emas BSI mencapai Rp6,44 triliun, tumbuh 174,32 persen secara year on year (yoy).
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna menjelaskan, Cicil Emas merupakan pembiayaan logam mulia di BSI, selain Gadai Emas dan Tabungan E-mas. Layanan ini dapat diakses secara digital oleh nasabah melalui BYOND by BSI maupun kantor cabang di seluruh Indonesia.
“Harga emas yang terus menguat dan kemudahan transaksi melalui aplikasi BYOND menjadi pendorong bisnis emas di BSI terus tumbuh positif. Salah satunya, transaksi cicil emas yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun jika nasabah ingin melakukan investasi emas,” kata Anton dalam keterangan resmi dikutip 26 Februari 2025.
Baca juga: Setelah Danantara, Presiden Prabowo Bakal Resmikan Bank Emas Hari Ini
Untuk meningkatkan aktivasi cicil emas, lanjut Anton, BSI menyediakan layanan digital melalui BYOND yang menawarkan berbagai kemudahan bagi nasabah. Dengan aplikasi BYOND, nasabah dapat melakukan simulasi cicil emas dan memilih jangka waktu pembiayaan yang diinginkan.
“Nasabah membutuhkan uang cepat, nasabah bisa menggunakan gadai emas melalui BYOND. Perhitungan gadai emas dengan proses yang mudah dan cepat, taksiran emas tinggi dan biaya yang lebih murah,” tambahnya.
Anton melanjutkan, saat ini perseroan tengah fokus mendalami bisnis eksisting emas, yakni Cicil Emas dan Gadai Emas. Jumlah nasabah di kedua bisnis ini mencapai lebih dari 471 ribu, yang didominasi oleh kalangan Gen Z dan milenial.
“Kedua kelompok usia ini adalah potensial segmen yang mulai mengenal investasi dengan baik dan secara kontinu mereka mendiversifikasi berbagai instrumen investasi,” ujar Anton.
Anton menegaskan, pada kuartal I 2025 ini BSI memproyeksikan pertumbuhan bisnis emas perseroan berkisar 10 – 11 persen. Optimisme tersebut ditopang oleh semakin berkembangnya bisnis emas Perseroan, seiring keluarnya izin bagi BSI untuk melaksanakan kegiatan usaha bulion bank.
“Dengan diperolehnya izin kegiatan usaha bulion dari regulator, kami akan terus berinovasi menciptakan ekosistem bisnis emas yang lebih komprehensif,” tutup Anton.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok, Beli 1 Gram Cuma Segini
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan layanan bank emas atau bullion services pada Rabu, 26 Februari 2025 di Jakarta.
Layanan bank emas ini merupakan yang pertama di Indonesia sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluat ekosistem industri emas nasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya emas yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal karena belum memiliki bank emas.
“Kita akan bentuk bank emas, jadi selama ini kita tidak punya bank untuk emas kita, tidak ada di Indonesia,” ujar Prabowo beberapa waktu lalu.
“Emas kita banyak ditambang dan mengalir ke luar negeri. Kita ingin sekarang punya bank khusus untuk emas di Indonesia,” sambungnya. (*)
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More