RUPSLB BII; Berganti nama menjadi Maybank Indonesia.(Foto: Budi Urtadi)
Perubahan nama ini diyakini akan mempercepat pembangunan kultur korporasi yang sama dengan Grup Maybank. Apriyani Kurniasih.
Jakarta–PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) menyetujui perubahan nama BII menjadi PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Kesepakatan tersebut terjadi pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2015.
Selanjutnya, BII akan segera meminta persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia serta regulator perihal rencana perubahan nama perusahaan.
Presiden Direktur BII Taswin Zakaria mengatakan, transformasi identitas BII ini akan menggabungkan nilai-nilai positif yang dimiliki BII dan Grup Maybank serta merupakan tahapan alamiah evolusi BII di dalam Grup Maybank guna memajukan bisnis dan pertumbuhan Bank.
“Perubahan ini akan makin memperkuat citra BII dan mempertegas posisi bank kami sebagai bagian dari jaringan kelompok usaha perbankan internasional yang kokoh dan berkomitmen penuh untuk ikut berperan dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan masyarakat di negara ini” ujar Taswin.
Transformasi BII-Maybankuntuk menjadi lebih kuat dan lebih baik, tambah Taswin, merupakan suatu kelanjutan dari perjalanan yang telah dimulai sejak 2009 silam. Taswin pun berharap perubahan nama ini akan mempercepat pembangunan kultur korporasi yang sama dengan Grup Maybank, dengan tujuan mendorong operasional kami menjadi kontributor penting.
Proses transformasi alamiah BII melalui identitas baru perusahaan juga menandai kehadiran pemegang saham pengendali, Malayan Banking Berhad (Maybank) yang merupakan kelompok usaha finansial terbesar keempat di ASEAN dan hadir di 20 negara. Transformasi dan penyelarasan identitas ini juga dimaksudkan untuk menjaga konsistensi interpretasi serta komunikasi brand positioning bank kepada stakeholder dan publik. Saat ini, Grup Maybank, dikenal memiliki customer base dan jaringan internasional.
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More