Poin Penting
- Bank BSN merelokasi kantor cabang di Serpong untuk ekspansi bisnis.
- Target KPR Subsidi 73.700 unit dan penguatan pembiayaan UMKM.
- Aplikasi Bale Syariah mencapai 1,4 juta pengguna dengan transaksi Rp2,7 triliun.
Tangsel – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) resmi merelokasi Kantor Cabang (KC) ke kawasan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Rabu (29/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ekspansi bisnis sekaligus memanfaatkan potensi wilayah sebagai destinasi investasi di Jabodetabek.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan relokasi kantor seluas 1.752 meter persegi tersebut merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan layanan perbankan yang semakin berkembang, di tengah pertumbuhan ekonomi wilayah yang tumbuh pesat.
“Bank BSN hadir di Kota Tangsel, yang juga merupakan salah satu jantung pusat pertumbuhan ekonomi Jabodetabek untuk memberikan kemudahan akses bagi nasabah,” kata Alex, Rabu, 29 April 2026.
Baca juga: BSN Resmi Operasi, Siap Jadi Katalisator Industri Perbankan Syariah Nasional
Secara nasional, aset Bank BSN per Maret 2026 mencapai sekitar Rp76,2 triliun dengan melayani lebih dari 1,34 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Relokasi kantor cabang ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan dalam membangun basis pertumbuhan baru, khususnya untuk mendorong pembiayaan di sektor perumahan dan UMKM yang memiliki ekosistem kuat di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
Sejalan dengan itu, Bank BSN menetapkan tiga fokus utama bisnis, yakni penyaluran KPR Subsidi, pengembangan UMKM melalui integrasi digital, dan inovasi produk konsumen.
Untuk sektor perumahan, Bank BSN menargetkan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit secara nasional. Wilayah Tangerang dan sekitarnya menjadi salah satu kontributor utama, didukung oleh ekosistem pengembang yang solid seperti REI, APERSI, dan HIMPERA.
Dorong Digitalisasi Layanan
Selain itu, Bank BSN juga terus mengakselerasi digitalisasi layanan melalui aplikasi Bale Syariah. Hingga saat ini, platform tersebut telah mencatatkan 1,4 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp2,7 triliun.
Ke depan, perseroan menargetkan penguatan layanan digital, termasuk pembukaan deposito hingga transaksi beli dan gadai emas yang dapat dilakukan melalui aplikasi Bale Syariah tanpa harus datang ke kantor cabang.
“Kami juga akan mengembangkan Bale Syariah Korporat. Inovasi ini adalah bagian dari strategi kami untuk mendorong ekspansi kredit sekaligus efisiensi operasional,” tambah Alex.
Baca juga: BSN Luncurkan Bale Syariah, Siap Jadi Superapps Penguat Ekosistem Syariah
Didukung Potensi Ekonomi Tangsel
Sementara itu, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyambut positif relokasi kantor cabang Bank BSN di wilayahnya. Ia menilai kehadiran Bank BSN dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, Tangsel memiliki fundamental ekonomi yang kuat dengan 72 persen penduduk berada di usia produktif serta tingkat pendapatan per kapita sekitar Rp14 juta, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Baca juga: Tangsel Tagetkan 95% Penduduknya Ikut JKN-KIS
Dengan potensi tersebut, Tangsel diproyeksikan sebagai kota pendidikan, hunian, perdagangan, dan jasa, yang didukung oleh keberadaan 12 perguruan tinggi, 30 rumah sakit swasta, serta ribuan UMKM.
“Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Benyamin, Rabu, 29 April 2026.
Ia juga berharap Bank BSN dapat menjangkau segmen yang belum terlayani secara optimal, termasuk pasar tradisional dan komunitas mahasiswa di wilayah tersebut.
Dorong Efek Ganda Ekonomi Daerah
Dengan ekosistem ekonomi yang telah terbentuk, mulai dari sektor properti hingga pendidikan, kehadiran Bank BSN diharapkan dapat memberikan efek ganda bagi perekonomian daerah melalui peningkatan akses pembiayaan dan layanan keuangan. (*) Ayu Utami




