Keuangan

Biayai Alat Berat Sumitomo, MNC Leasing Gandeng Oscar Mas

Jakarta – Pesatnya pertumbuhan bisnis alat berat tahun ini membuat perusahaan pembiayaan di bawah naungan MNC Group, yakni PT MNC Guna Usaha Indonesia atau MNC Leasing gencar berekspansi ke sektor tersebut dengan menggandeng PT Oscar Mas selaku distributor alat berat Sumitomo di Indonesia.

Direktur Utama MNC Leasing Ageng Purwanto mengatakan kerja sama antara MNC Leasing dan PT Oscar Mas diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan pembiayaan alat berat di Indonesia. Hal itu dilakukan guna memperkuat posisi perseroan dan Oscar Mas di lini bisnis alat berat.

“Kerja sama MNC Leasing dengan PT Oscar Mas sudah berlangsung lama, penandatanganan MoU ini diharapkan mampu mempererat kerja sama dengan PT Oscar Mas serta memperkuat posisi MNC Leasing sebagai solusi terpercaya pembiayaan alat berat,” ujar Ageng di Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017.

MNC Leasing merupakan perusahaan multifinance dengan lini produk pembiayaan yang beragam dengan fokus utama pada kredit alat kesehatan dan alat berat. Perseroan tetap fokus menjadi perusahaan pembiayaan terpercaya yang selalu mendukung industri dan bisnis alat berat di Indonesia.

“Penguatan kerja sama dengan Oscar Mas diharapkan mampu memberikan pilihan penyediaan produk alat berat yang handal dengan pembiayaan yang fleksibel,” tambah Direktur Marketing MNC Leasing, Paulus C Janala.

MNC Leasing, sambungnya, terus memperkuat organisasi dengan menyediakan sumber daya yang andal dan memiliki salah satu fokus pada pembiayaan alat-alat berat di setiap kantor MNC Leasing yang tersebar di 11 kota di seluruh Indonesia.

“Pembiayaan peralatan berat ini dapat dilakukan melalui skema pembiayaan konvensional maupun dengan skema syariah melalui Unit Usaha Syariah MNC Leasing,” ungkapnya.

Sementara itu, MNC Leasing menargetkan untuk terus memperkuat organisasi agar menjadi pilihan utama di sektor pembiayaan alat berat. “Dalam pembiayaan alat berat, kami fokus dengan menyediakan solusi bagi strategic partner dan supplier alat berat di Indonesia,” tutur Ageng.

Adapun hingga kuartal III-2017, bisnis MNC Leasing berkembang pesat sebagai perusahaan pembiayaan. Nilai pembiayaan yang telah dibukukan oleh perusahaan adalah sebesar 96 persen bila dibandingkan dengan target pembiayaan untuk periode yang sama.

Pasar alat berat mengalami peningkatan lebih dari 50 persen (yoy) dibandingkan 2016. Hingga September 2017, PT Oscar Mas merasakan efek dari peningkatan penjualan alat berat dan mampu membukukan penjualan hingga 320 unit. Produk unggulan PT Oscar Mas adalah Sumitomo Excavator yang telah memiliki posisi kuat di pasar alat berat dan Wheel Loader XGMA.

Direktur PT Oscar Mas Williem Tanjung Oscar, mengungkapkan pengalaman PT Oscar Mas di pasar alat berat menjadi salah satu senjata utama untuk dapat terus maju di pasar alat berat Indonesia. Pada tahun depan, PT Oscar Mas menargetkan penjualan sebanyak 550 unit alat berat, dengan nilai Rp628 miliar.

“Tahun 2018 penjualan alat berat diharapkan terus meningkat dan PT Oscar Mas siap untuk memberikan service terbaik untuk customer alat berat kami,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

57 mins ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

10 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

10 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

11 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

12 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

12 hours ago