Jakarta–Bank Indonesia (BI) meyakini Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sampai dengan akhir tahun 2016 akan tercatat surplus atau mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan pencapaian NPI akhir tahun lalu yang tercatat defisit.
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengungkapkan, sepanjang 2016 surplus neraca pembayaran diperkirakan mencapai sekitar US$10 miliar atau mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan neraca pembayaran 2015 yang tercatat defisit US$1,1 miliar.
“Neraca pembayaran secara keseluruhan kita surplus, mudah-mudahan surplus US$10 miliar. Tapi ini masih estimasi. Kalau bisa mencapai US$10 miliar kan suatu peningkatan yang signifikan,” ujar Mirza di Gedung BI, Jakarta, Jumat, 23 Desember 2016. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More