Program Tax Amnesty Picu Perbaikan Kredit
Terlebih, kata dia, program amnesti pajak di periode pertama dianggap berhasil. Kondisi tersebut akan berdampak pada perekonomian nasional. Bahkan pemerintah juga memperkirakan, periode tax amnesty sampai batas yang ditentukan yakni 31 Maret 2017 akan berhasil juga yang tercermin dari realisasi periode pertama.
“Kami yakin lebih baik setelah ada tax amnesty ini, dunia usaha bisa lebih merencanakan mereka mau ambil kredit atau pakai uang sendiri. Sudah deklarasi dalam negeri, sudah deklarasi luar negeri jadi mereka sudah bisa hitung,” ucap Mirza.
Menurutnya, dunia usaha sudah mendapatkan kepastian dari Program Amnesti Pajak, sehingga diperkirakan demand atau permintaan kredit ke perbankan akan meningkat di tahun depan. Jika permintaan kredit meningkat, maka dunia usaha menunjukkan akan lebih percaya diri ke depannya.
“Bank saat ini memang sebagian ada yang sedang lakukan restrukturisasi kredit bermasalah, tapi demand memang sedang lemah. Tapi nanti kalau demand kreditnya datang, ya mereka sih kami yakin kan, karena likuiditas baik di pasar bank juga akan merespon dengan targeting yang baru,” paparnya. (Selanjutnya : Sektor-sektor yang mempengaruhi perlambatan kredit…)
Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More