News Update

BI Yakin Bisa Maksimalkan Devisa Hasil Ekspor

Jakarta — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yakin pemanfaatan insentif fiskal Devisa Hasil Ekspor (DHE) melalui Peraturan Bank Indonesia akan lebih memudahkan para eksportir dalam melaporkan hasil DHE tersebut.

Perry menyebut, pemisahan hasil DHE ke rekening khusus yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia 21/3/PBI/2019 akan memangkas waktu serta proses pelaporan DHE.

“Rekening simpanan khusus bisa memasukkan DHE dari ekspor ke rekening simpanan. Kalau ekspor itu ke rekening simpanan khusus bisa giro, tabungan, dan deposito. Serta dengan jangka waktu maka otomatis dapat insentif fiskal sesuai jangka waktu dan tarif yang disesuaikan Kemenkeu,” kata Perry di Kompleks DPR RI Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.

Perry menambahkan, bila dahulu eksportir harus menyampaikan restitusi ke kantor pajak namun saat ini cukup dengan rekening khusus sudah dapat melaporkan DHE-nya.

Perry menyebutkan, sebelumnya Bank Sentral juga berkordinasi dengan perbankan dalam mengantisipasi regulasi tersebut. “Kita sudah ada pertemuan dengan perbankan dan sudah dikoordinasikan,” kata Perry.

Perry berharap regulasi tersebut juga dapat mendorong eksportir untuk meningkatkan ekspor dan berpartisipasi aktif di dalam pasar valas. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

3 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

3 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

3 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

14 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

14 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

15 hours ago