Jakarta–Bank Indonesia (BI) sebagai regulator di sistem pembayaran akan menindak lanjuti persoalan yang terjadi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, terkait dengan adanya kehilangan sejumlah dana nasabah yang menggunakan aplikasi Mandiri Online.
Berdasarkan laporan dari Bank Mandiri, layanan Mandiri Online sempat mengalami gangguan. Beberapa dana nasabah pengguna layanan Mandiri Online mengalami kehilangan dana. Terdapat nasabah yang melaporkan kehilangan dananya hingga ratusan juta rupiah yang ditransfer ke beberapa rekening di bank berbeda.
Deputi Gubernur BI Sugeng mengaku, pihaknya sudah memanggil dan meminta laporan ke Bank Mandiri untuk melaporkan secara lengkap persoalan terkait dengan adanya kehilangan dana nasabah yang menggunakan aplikasi Mandiri Online. Pasalnya, nasabah mendapati dananya ditransfer ke beberapa rekening di bank berbeda.
“Yang jelas, kita sudah memanggil dan meminta laporan kepada Bank Mandiri, untuk melaporkan secara lengkap dan akan kita tindak lanjuti, kita akan teliti bersama antara Bank Mandiri dan BI,” ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Senin, 8 Mei 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More