Dia mengaku, sejauh ini pihaknya sudah bergerak untuk mengetahui lebih jelas terkait dengan adanya dana nasabah yang hilang khususnya pada nasabah yang menggunakan aplikasi Mandiri Online tersebut. Dirinya berharap, dana nasabah yang hilang tanpa jelas tersebut bisa ditelusuri lebih lanjut. “Tim sudah bergerak, jadi dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa menolong permasalahan yang ada,” ucapnya.
Sugeng mengungkapkan, bahwa sejauh ini Bank Sentral sebagai otoritas di sistem pembayaran masih meneliti terkait dengan adanya kehilangan dana nasabah khususnya bagi pengguna aplikasi Mandiri Online tersebut. Menurutnya, BI sebagai otoitas di sistem pembayaran akan menelusuri permasalahan ini.
“Kita masih teliti, kita masih ketahui faktor-faktor apa yang lebih detil, sehingga nanti kalau ada info kita kasih tahu. Ini secepatnya harus bisa kita ungkapkan secepatnya,” tukasnya.
Di tempat terpisah, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas menambahkan, dugaan sementara telah terjadi kerusakan sistem (corrupt system) yang menyebabkan perbedaan saldo. Hal ini sejalan dengan Mandiri Online yang merupakan sistem online banking baru yang saat ini masih dalam tahap soft launching. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Pengguna MADINA naik 13% menjadi lebih dari 13.700, dengan frekuensi transaksi mencapai 2… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting PKSS menargetkan pertumbuhan dengan memperluas pasar di luar BRI Group, membidik total 360… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More