Dia mengaku, sejauh ini pihaknya sudah bergerak untuk mengetahui lebih jelas terkait dengan adanya dana nasabah yang hilang khususnya pada nasabah yang menggunakan aplikasi Mandiri Online tersebut. Dirinya berharap, dana nasabah yang hilang tanpa jelas tersebut bisa ditelusuri lebih lanjut. “Tim sudah bergerak, jadi dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa menolong permasalahan yang ada,” ucapnya.
Sugeng mengungkapkan, bahwa sejauh ini Bank Sentral sebagai otoritas di sistem pembayaran masih meneliti terkait dengan adanya kehilangan dana nasabah khususnya bagi pengguna aplikasi Mandiri Online tersebut. Menurutnya, BI sebagai otoitas di sistem pembayaran akan menelusuri permasalahan ini.
“Kita masih teliti, kita masih ketahui faktor-faktor apa yang lebih detil, sehingga nanti kalau ada info kita kasih tahu. Ini secepatnya harus bisa kita ungkapkan secepatnya,” tukasnya.
Di tempat terpisah, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas menambahkan, dugaan sementara telah terjadi kerusakan sistem (corrupt system) yang menyebabkan perbedaan saldo. Hal ini sejalan dengan Mandiri Online yang merupakan sistem online banking baru yang saat ini masih dalam tahap soft launching. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More
Poin Penting BSN meluncurkan Bale Syariah by BSN sebagai mobile banking syariah terpadu untuk menjawab… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More