Ilustrasi - Pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dapat didorong agar mencapai target di kisaran 4,7–5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2025.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya menyatakan, pertumbuhan ekonomi masih bisa mencapai angka potensial tanpa mengganggu pencapaian target inflasi. BI sendiri menargetkan inflasi berada dalam sasaran 2,5±1 persen pada 2025 dan 2026.
“Kita melihat bahwa pertumbuhan ekonomi ini masih bisa terus didorong, masih di bawah potensialnya, bisa terus didorong tanpa membahayakan pencapaian target inflasi,” ujar Juli dalam Taklimat Media, Kamis 6 Maret 2025.
Baca juga: Indeks Harga Perdagangan Besar Alami Inflasi 0,13 Persen di Februari 2025
Juli menjelaskan, tahun ini, BI telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pemangkasan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen pada Januari 2025.
Selain itu, pada Februari 2025, BI memberikan insentif kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM), di mana batas maksimum KLM dinaikkan dari 4 persen menjadi 5 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK).
Baca juga: BI Tambah Insentif KLM, Bos BTN Ungkap Dampaknya ke Perumahan Rakyat
BI juga memberikan insentif khusus bagi sektor perumahan, termasuk perumahan rakyat. Insentif tersebut dinaikkan secara bertahap dari Rp23 triliun menjadi sekitar Rp80 triliun guna mendukung program Asta Cita Pemerintah di bidang perumahan. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 April 2025. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More