Jakarta — Bank Indonesia (BI) mengaku telah menyiapkan regulasi mengenai integrasi data antara perusahaan financial technology (fintech) dan perbankan hal tersebut untuk lebih memperkuat kolaborasi antara perbankan dan fintech.
“Kalau tersedia dan kami atur dengan baik pasti dimungkinkan. perakatek ini di beberapa negara sudah dilakukan seperti kawasan eropa, paymet system directive,” kata Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Susiati Dewi di Jakarta, Kams 21 Febuari 2019.
Susiati menyebut, pihaknya hingga saat ini sedang meminta pendapat pelaku indusri terhadap peraturan tersebut. Menurutnya data lengkap transaksi nasabah dari kedua belah pihak sangat penting guna terus melihat potensi transaksi.
“Data yang seperti ini kalau bisa diakses oleh semua pihak, baik bank dan non bank. Karena bank juga menuju digitalisasi sehingga ada konsep yang kami namakan open banking,” tukas Susiati.
Menurutnya kolaborasi antar kedua lembaga keuangan tersebut sangat penting untuk memajukan sistem pembayaran nasional dan juga memajukan perekonomian nasional. (*)
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More