Poin Penting
- BI menyiapkan new BI-Fast dalam kerangka BSPI 2030 untuk meningkatkan interoperabilitas, efisiensi, serta standar teknis, bisnis, dan tata kelola sistem pembayaran
- Layanan ini akan dilengkapi fitur cross border melalui skema nexus, memungkinkan pembayaran ritel instan lintas negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan India
- Kinerja BI-Fast terus tumbuh kuat hingga kuartal I 2026, dengan volume transaksi mencapai 1,4 miliar (+31 persen yoy) dan nilai transaksi Rp3.519 triliun (+28,35 persen yoy)
Jakarta – Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan layanan new BI-Fast sebagai bagian Roadmap Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, layanan new BI-Fast ini dirancang guna memastikan interoperabilitas dan efisiensi secara jangka panjang.
“Saat ini kami di BI sedang mempersiapkan new BI Fast, BI Fast baru dan juga industri fast payment. Jadi dengan aransemen yang lebih terstandar dan juga baik dari sisi teknis maupun bisnisnya maupun governance-nya,” ujar Filianingsih dalam RDG BI, dikutip, Kamis 23 April 2026.
Baca juga: Siap-Siap! QRIS Bisa Digunakan di Tiongkok Mulai Mei 2026
Selain itu, new BI-Fast ini juga dirancang agar mampu mengantisipasi lonjakan transaksi. Selain itu, dilengkapi juga manajemen risiko yang semakin resilien, terutama guna mencegah risiko fraud maupun siber.
Fitur Cross Border
Filianingsih menyatakan, layanan BI-Fast akan dilengkapi dengan fitur cross border (pembayaran lintas negara), seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan India.
“Dilengkapi dengan fitur cross border sehingga dapat memfasilitasi pembayaran retail lintas negara nantinya menggunakan instant payment melalui skema nexus di mana nanti member yang tergabung dalam nexus itu ada Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan juga India termasuk juga nantinya Uni Eropa ini saat ini masih sebagai observer,” jelasnya.
Baca juga: Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di April 2026
Volume Transaksi B-Fast
Hingga kuartal I 2026, volume transaksi BI-Fast mencapai 1,4 miliar atau meningkat 31 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara, untuk rata-rata transaksi harian meninglat mencapai 15,6 juta transaksi, dibandingkan dengan sebelumnya 14,8 juta transaksi.
“Sedangkan nominal dari transaksi BIFAS ini juga tumbuh sangat pesat mencapai Rp3.519 triliun atau meningkat 28,35 persen secara yoy,” pungkas Filianingsih. (*)
Editor: Galih Pratama








