Menurutnya, untuk memperkuat peran permintaan domestik sebagai sumber kebutuhan ekonomi pemerintah harus dapat memitigasi pertumbuhan dengan permintaan domestik.
Lalu Agus menjelaskan pada tahun ini Indonesia harus mempertahankan stabilitas ekonomi dan sistem keuangan yang sudah terjaga serta menjadikannya sebagai pijakan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Kemudian, langkah selanjutnya ialah memperkuat struktur perekonomian melalui peningkatan daya saing perekonomian jangka menengah panjang.Dan pada kebijakan terakhir ialah mengelola berbagai kebijakan agar tetap dalam koridor kebijakan makro ekonomi yang sehat.
Agus mengungkapkan, arah kebijakan yang telah dirancang ini diharap akan dapat bersinergi dengan lembaga-lembaga pendukung lain. “Arah kebijakan makro ekonomi ini tentu dapat ditempuh melalui sinergi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan,” tutup Agus. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Pemerintah Arab Saudi menegaskan tidak menerbitkan visa haji furoda pada penyelenggaraan haji tahun… Read More
Poin Penting BRI alihkan kepemilikan BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara Asset Management melalui PJBB sebagai… Read More
Poin Penting Bank Dunia pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 menjadi 4,7% dari 4,8% akibat ketidakpastian… Read More
Poin Penting Bank Banten membidik aset tumbuh ~20 persen menjadi Rp12 triliun dan laba bersih… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group INDUSTRI jasa keuangan Indonesia dewasa ini… Read More
Poin Penting PT BSA Logistics Indonesia Tbk resmi IPO di Bursa Efek Indonesia, saham melonjak… Read More