Menurutnya, untuk memperkuat peran permintaan domestik sebagai sumber kebutuhan ekonomi pemerintah harus dapat memitigasi pertumbuhan dengan permintaan domestik.
Lalu Agus menjelaskan pada tahun ini Indonesia harus mempertahankan stabilitas ekonomi dan sistem keuangan yang sudah terjaga serta menjadikannya sebagai pijakan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Kemudian, langkah selanjutnya ialah memperkuat struktur perekonomian melalui peningkatan daya saing perekonomian jangka menengah panjang.Dan pada kebijakan terakhir ialah mengelola berbagai kebijakan agar tetap dalam koridor kebijakan makro ekonomi yang sehat.
Agus mengungkapkan, arah kebijakan yang telah dirancang ini diharap akan dapat bersinergi dengan lembaga-lembaga pendukung lain. “Arah kebijakan makro ekonomi ini tentu dapat ditempuh melalui sinergi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan,” tutup Agus. (*)
Page: 1 2
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More