Poin Penting
- Penjualan eceran Agustus 2026 diprakirakan tumbuh 0,5 persen yoy dengan IPR 224,6, terutama ditopang penjualan suku cadang dan aksesori serta makanan, minuman, dan tembakau
- Secara bulanan, penjualan eceran diproyeksikan terkontraksi 0,1 persen mtm, meski penjualan peralatan informasi dan komunikasi, BBM, serta suku cadang tetap tumbuh
- Tekanan inflasi diperkirakan menurun, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum Oktober 2026 dan Januari 2027 yang turun dibandingkan periode sebelumnya.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 tetap tumbuh. Hal ini tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 sebesar 224,6 atau tumbuh sebesar 0,5 persen (yoy).
Pertumbuhan penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori tumbuh 10,1 persen (yoy), diikuti oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau 0,7 persen (yoy).
Secara bulanan, penjualan eceran pada Agustus 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 0,1 persen (mtm). Perkembangan tersebut dipengaruhi terutama oleh penurunan penjualan Kelompok Barang Lainnya di tengah pertumbuhan penjualan Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 2,5 persen (mtm).
Baca juga: Survei BI: Keyakinan Konsumen Naik Jadi 118,5 di Agustus 2026
Selanjutnya, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 2,3 persen (mtm), serta Kelompok Suku Cadang dan Aksesori 0,8 persen (mtm) yang diprakirakan meningkat dan menopang kinerja penjualan sejalan dengan tetap terjaganya permintaan pada periode peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia.
Sementara itu, pada Juli 2026, IPR tumbuh sebesar 1,1 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan realisasi pada Juni 2026 yang mengalami kontraksi sebesar 3,0 persen (yoy).
Kinerja tersebut terutama didorong oleh peningkatan pertumbuhan penjualan secara tahunan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tumbuh 2,4 persen (yoy) serta Kelompok Barang Lainnya 5,3 persen (yoy).
Baca juga: Surplus Perdagangan Menyusut, Ekonom Mandiri Wanti-Wanti Defisit Transaksi Berjalan
Secara bulanan, penjualan eceran pada Juli 2026 tercatat terkontraksi sebesar 0,1 persen (mtm). Ini dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Oktober 2026 dan Januari 2027 diprakirakan menurun. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Oktober 2026 dan Januari 2027 yang masing-masing tercatat sebesar 146,5 dan 166,0, lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya yang masing-masing tercatat sebesar 155,2 dan 168,1. (*)
Editor: Galih Pratama


