Poin Penting
- Bank Indonesia memproyeksikan penjualan eceran Maret 2026 tumbuh 2,4% (yoy) dan 9,3% (mtm).
- Pertumbuhan didorong peningkatan konsumsi saat Ramadan dan Idulfitri, terutama pada sektor sandang, BBM, dan makanan-minuman.
- Tekanan inflasi diperkirakan naik pada Mei 2026, namun relatif stabil dalam enam bulan ke depan.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tetap tumbuh. Hal ini tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 yang diproyeksikan meningkat 2,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Berdasarkan Survei Penjualan Eceran, kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penjualan kelompok suku Cadang dan aksesori, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok barang budaya dan rekreasi.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tumbuh 9,3 persen (month to month/mtm), lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 sebesar 4,1 persen (mtm).
Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, khususnya peralatan informasi dan komunikasi, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, dan subkelompok sandang. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya permintaan rumah tangga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Baca juga: BPS Catat Kenaikan Harga Beras dari Penggilingan hingga Eceran
Pada Februari 2026, IPR secara tahunan tercatat tumbuh 6,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan IPR Januari 2026 sebesar 5,7 persem (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penjualan pada mayoritas kelompok, terutama kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.
Secara bulanan, penjualan eceran Februari 2026 tumbuh 4,1 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada fase kontraksi sebesar 2,7 persen (mtm). Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat saat periode Ramadan.
Baca juga: Survei BI: Penjualan Eceran Februari 2026 Diperkirakan Meningkat
Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang yaitu Mei 2026, diperkirakan meningkat, sementara pada enam bulan yang akan datang yaitu Agustus 2026, diperkirakan relatif stabil.
Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 sebesar 157,4, lebih tinggi dibandingkan IEH April 2026 sebesar 153,9 seiring kenaikan harga bahan baku. Sementara itu, IEH Agustus 2026 diperkirakan sebesar 157,2, relatif stabil dibandingkan IEH pada Juli 2026 sebesar 157,1. (*)
Editor: Yulian Saputra





