Surabaya–Bank Indonesia (BI) meyakini pemulihan ekonomi akan berlanjut di tahun depan, kendati saat ini kondisi perekonomian global masih dibayangi oleh ketidakpastian yang tinggi. Apalagi pasca terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden AS.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, meski efek Trump telah memengaruhi pasar keuangan global, namun dirinya menekankan, bahwa sentimen negatif tersebut hanya bersifat sementara dan akan kembali normal usai Trump mengumumkan susunan kabinetnya.
(Baca juga: BI-Pemerintah Sinergi Mendorong Perekonomian)
“Jadi dengan volatility Trump ini akan selesai di Januari, lalu recovery ekonomi akan berlanjut di 2017,” ujar Mirza, di Surabaya, Kamis, 24 November 2016. (Selanjutnya: Konsumsi domestik terjaga)
Page: 1 2
Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More
Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More
Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More