Perbankan

BI Pamer Sistem Pembayaran Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Poin Penting

  • BI menilai sistem pembayaran digital jadi motor pertumbuhan ekonomi, mempercepat perputaran uang di masyarakat.
  • QRIS dorong digitalisasi pembayaran, dengan 42,75 juta merchant, 92% UMKM, dan volume transaksi Rp460,99 triliun kuartal IV 2025.
  • BI jadikan sistem pembayaran salah satu kebijakan utama, bersamaan dengan moneter, makroprudensial, pasar uang, dan keuangan hijau.

Jakarta – Pertumbuhan sistem pembayaran di Indonesia terbilang sangat pesat. Bank Indonesia (BI) melihat perkembangan sistem pembayaran Tanah Air kini menjadi “senjata” bagi Indonesia untuk membantu menggerakan roda ekonomi.

Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damanyanti dalam acara Infobank Starting Year Forum, pada sesi Executive Lecture: Driving Financial Resilience – Anticipating Economic and Financial Outlook 2026, Kamis, 22 Januari 2026.

Game changer di Indonesia itu sebenarnya adalah sistem pembayaran. Bayangkan kalau kita belum mempunyai sistem pembayaran seperti sekarang. Transaksi benar-benar kita harus datang langsung. Pasti velocity-nya akan lebih lambat dibandingkan kalau bayar dengan digital,” ungkap Destry.

Baca juga: Bos BI: Kredit Nganggur Bank Masih Tinggi, Tembus Rp2.439,2 Triliun

Menurut Destry, melesatnya sistem pembayaran dalam negeri diawali dengan peluncuran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kehadirannya menjadi tonggak awal dari digitalisasi sistem pembayaran dalam negeri.

Per kuartal-IV 2025, total merchant QRIS sudah mencapai 42,75 juta merchant, yang mana 92 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Volume transaksi sudah menyentuh 5,18 miliar atau tumbuh 139,99 persen secara tahunan (yoy), dengan nilai sebesar Rp460,99 triliun, naik 107,22 persen (yoy).

“Kecepatan bertransaksi, dalam 3 tahun terakhir, itu naiknya luar biasa. Dari yang tadinya Rp600 juta transaksi per kuartal-I tahun 2022, kuartal pertama 2022, itu meningkat jadi Rp1.600 juta transaksi per kuartal pada kuartal-IV 2025,” terang Destry.

Baca juga: QRIS Bisa Dipakai di Tiongkok-Korsel Mulai Kuartal I 2026

Volume transaksi antar-bank juga terus meningkat. Destry menilai, kalau ini berefek positif terhadap perputaran uang di kalangan masyarakat, sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Jadi bayangkan, itu meningkatnya hampir 3 kali lipat. Kalau velocity (uang) terus berputar, maka sebuah aktivitas ekonomi itu akan ada terus,” imbuhnya.

Dengan demikian, BI akan terus menjadikan sistem pembayaran sebagai salah satu dari lima kebijakan utama bank sentral, bersama dengan moneter dan makroprudensial, yang ditopang dengan kebijakan-kebijakan lain macam pendalaman pasar uang dan keuangan hijau. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Recent Posts

Benarkah Iklim Investasi di Indonesia Memburuk? Ini Pandangan LLV

Poin Penting IHSG tak sepenuhnya mencerminkan iklim investasi RI, karena banyak investor asing masuk lewat… Read More

7 seconds ago

Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Gugat KPK Lewat Praperadilan Kasus Kuota Haji

Poin Penting Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan terkait… Read More

2 hours ago

Menkop Ferry Ajak Polri Sukseskan Kopdes Merah Putih di Seluruh Indonesia

Poin Penting Kemenkop mengajak Polri bersinergi mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kopdes Merah Putih… Read More

3 hours ago

Ketua Umum DAI Imbau Industri Asuransi Sesuaikan Produk dengan Kebutuhan Masyarakat

Poin Penting DAI menilai produk asuransi perlu bertransformasi dari sekadar produk menjadi solusi berbasis kebutuhan… Read More

3 hours ago

Kadin Dorong Galangan Kapal Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Poin Penting Kadin menilai industri galangan kapal dan pelayaran strategis karena padat karya, bisnis, dan… Read More

3 hours ago

Polemik Kapal KKP Memanas, Purbaya Tegaskan Anggaran Belum Dikucurkan

Poin Penting: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran pembangunan kapal KKP belum dikucurkan. Menteri… Read More

4 hours ago