Gedung Bank Indonesia MH Thamrin. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Juda Agung optimis, kebijakan relaksasi Loan to Value (LTV) 100% atau DP 0% untuk kedit properti serta uang muka 0% untuk kredit/pembiayaan kendaraan bermotor (KKB) dapat mendongkrak konsumsi masyarakat hingga 0,5%.
Tak hanya itu, dirinya yakin kebijakan itu juga akan semakin mendorong kredit sektor properti dan KKB. “Misal LTV di properti dan KKB di otomotif. Itungan kami secara kasar kira-kira dengan adanya relaksasi di sektor properti dan di sektor kendaraan bermotor kemarin, akan mendorng kira-kira lebih dari 0,5% pertumbuhan di sektor konsumsi khususnya di dua sektor ini,” kata Juda dalam konferensi pers virtual, Senin, 22 Februari 2021.
Tak hanya kebijakan DP 0%, BI juga menghapus ketentuan pencarian bertahap properti indent untuk mendorong pertumbuhan kredit properti dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. Semua kebijakan tersebut berlaku efektif dari 1 Maret 2021 hingga 31 Desember 2021.
Juda menyatakan, seluruh bauran kebijakan yang ditempuh BI juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah terkait Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atau PPnBM 0% untuk mobil yang akan dimulai pada Maret 2021 (PPnBM mobil). Dengan seluruh kebijakan tersebut diharap semakin mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Sebagai informasi saja, angka konsumsi rumah tangga masih anjlok -3,61% sepanjang kuartal IV 2020. Hal tersebut membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang tahun 2020 masih terkontraksi minus 2,07%. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More