Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 (Q2) bisa tumbuh positif pada kisaran 7% (YoY) yang didukung oleh pemulihan dibeberapa sektor pendukung perekonomian nasional.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo saat menghadiri diskusi virtual Indonesja Invesment Forum 2021. Dody menjelaskan, terdapat 3 sektor utama yang mulai pulih dan mengalami peningkatan, diantaranya sektor industri pengolahan, perdagangan, hingga konstruksi.
“Ekspetasi bank sentral pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh pada area positif kami percaya ekonomi di kuartal kedua 2021 tumbuh 7%,” kata Dody melalui video conference di Jakarta, Kamis 27 Mei 2021.
Tak hanya itu, BI juga optimis pada kuartal-II 2021 berbagai indikator dini mencerminkan perekonomian nasional terus membaik, diantaranya ekspektasi konsumen, penjualan eceran, PMI Manufaktur, serta realisasi ekspor dan impor yang tetap meningkat.
Menurutnya, ke depan kinerja ekspor juga akan membaik akibat kenaikan permintaan Tiongkok dan AS. Tak hanya itu, realisasi belanja fiskal serta investasi dipercaya juga bakal mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Dengan perkembangan tersebut, Bank Sentralpun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan di tahun 2021 akan berada pada kisaran 4,1% hingga 5,1%. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More