BI Klaim Insentif KLM Efektif Percepat Penurunan Suku Bunga Perbankan

BI Klaim Insentif KLM Efektif Percepat Penurunan Suku Bunga Perbankan

Poin Penting

  • BI menilai Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) efektif mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan seiring penguatan transmisi kebijakan moneter.
  • Total insentif KLM mencapai Rp397,9 triliun dan disalurkan ke berbagai kelompok bank serta sektor prioritas seperti industri, UMKM, dan perumahan.
  • Suku bunga deposito dan kredit perbankan mulai turun, masing-masing 56 bps dan 39 bps sepanjang 2025 hingga Desember.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyatakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) efektif dalam mempercepat transmisi penurunan suku bunga perbankan, khususnya suku bunga kredit/pembiayaan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, implementasi penguatan KLM yang berlaku pada 16 Desember 2025 diarahkan untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit/pembiayaan perbankan.

“Melalui peningkatan besaran insentif bagi bank yang lebih cepat menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia,” ujar Perry dalam konferensi pers RDG, dikutip, Kamis, 22 Januari 2026.

Baca juga: Menimbang Efektivitas Insentif KLM bagi Perbankan

Hingga minggu pertama Januari 2026, total insentif KLM mencapai Rp397,9 triliun, yang disalurkan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp182,9 triliun, BUSN sebesar Rp174,7 triliun, BPD sebesar Rp33,1 triliun, dan KCBA sebesar Rp7,2 triliun.

Perry menyebut, insentif KLM disalurkan kepada sektor-sektor prioritas yang mencakup sektor pertanian, industri, dan hilirisasi, sektor jasa termasuk ekonomi kreatif, sektor konstruksi, real estate, dan perumahan, serta sektor UMKM, koperasi, inklusi, dan berkelanjutan.

Dua Jalur Transmisi KLM

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menjelaskan bahwa KLM saat ini bekerja melalui dua jalur. Pertama, lending channel yang berkaitan dengan kuantitas penyaluran kredit.

Kedua, memperkuat interest channel atau jalur suku bunga yang bertujuan untuk mengakselerasi transmisi seluruh kebijakan moneter BI, termasuk penurunan BI Rate maupun pasar keuangan dan perbankan.

“Untuk mengakselerasi bagaimana semua kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia penurunan BI Rate sudah 150 basis point, terus dapat ditransmisikan baik kepada suku bunga di pasar keuangan maupun di perbankan,” ujar Aida.

Baca juga: Citi Indonesia Sebut Insentif KLM Dorong Pertumbuhan Kredit

Suku Bunga Deposito dan Kredit Turun

BI mencatat suku bunga deposito tenor satu bulan turun 56 basis poin dari 4,81 persen pada awal 2025 menjadi 4,25 persen pada Desember 2025. Meski demikian, upaya lanjutan masih diperlukan untuk menurunkan pemberian special rate kepada deposan besar.

Dengan penurunan suku bunga dana tersebut, suku bunga kredit perbankan mulai menurun, yaitu sebesar 39 bps dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi sebesar 8,81 persen pada Desember 2025. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62