Manfaat penggunan uang elektronik ini juga nantinya akan dirasakan oleh operator jalan tol. Dengan sistem pembayaran tol nontunai, tentu akan menghindari risiko yang akan diemban oleh operator hingga mengurangi hambatan yang dihadapi para operator.
“Operator ini tentu akan menghindari 4 risiko yang mungkin dialami setiap operator, yaitu fraud karena manusia, kesalahan penghitungan dan pengembalian, uang palsu, keamanan pengumpulan uang tunai, dan pengurangan uang tunai atau cash handling,” tambah Agus.
Ia menambahkan, terwujudnya gerakan tersebut juga harus didahului dengan terwujudnya perilaku pengguna jalan tol yang sudah terbiasa dengan pembayaran nontunai serta fasilitas lain yang menjadikan transaksi nontunai menjadi efektif.
“Penggunaan kartu elektronik akan berjalan efektif melalui sosialisasi bersama secara nasional. Selain itu, diperlukan pula infrastruktur untuk pembayaran nontunai yang terintegrasi antar ruas jalan tol,” tutup Agus. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More