Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Bank Indonesia (BI) diperkirakan tidak akan melonggarkan kebijakan moneternya di 2017 ini. Hal tersebut sejalan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di 2017 yang diprediksi menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan 2016.
Ekonom Senior Standart Chartered Indonesia, Aldian Taloputra, di Jakarta, Senin, 23 Januari 2017 mengatakan, tekanan inflasi di dalam negeri diperkirakan lebih tinggi dari tahun lalu dan kondisi ekonomi global yang masih adanya ketidakpastian membuat tekanan semakin tinggi.
“Inflasi diperkirakan cukup tinggi dan tekanan global juga masih tinggi, BI kami perkirakan tidak akan memotong suku bunganya di tahun ini, kami perkirakan flat,” ujarnya.
Kendati demikian, kata dia, Bank Sentral akan lebih condong untuk melonggarkan kebijakan lainnya seperti makroprudensial. Hal tersebut dilakukan BI guna tetap menjaga kondisi perekonomian nasional di 2017 ini.
“Mungkin yang akan dijalankan lebih ke policy mix. Mungkin ada instrumen lain di luar suku bunga yang akan dijalan seperti di likuiditas dan makroprudensial,” ucapnya.
Di tempat yang sama Kepala Riset Ekonomi Asean Standart Chartered, Edward Lee menambahkan, jika inflasi yang tinggi menjadi alasan BI melakukan pelonggaran kebijakan moneter, maka BI perlu memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi
“Inflasi akan lebih tinggi, maka bank sentral akan memperketat kebijakannya di moneter. Inflasi datang dari supply side. Meski ada kenaikan harga minyak, komoditas di lain pihak dia harus mendorong pertumbuhan ekonomi,” tutupnya. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More